Rabu, 26 Agu 2020 04:29 WIB

Menyusul Reinfeksi di Hong Kong, Belgia dan Belanda Laporkan Kasus Serupa

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Pemerintah Kota Bekasi menggelar tes massal corona terhadap penumpang KRL di Stasiun Bekasi. Tes kali ini menggunakan alat yang lebih akurat berupa polymerase chain reaction (PCR). Agung Pambudhy/Detikcom. 

1. Penumpang Commuter line mengikuti test massal COVID 19 dengan metode polymerase chain reaction (PCR) di Stasiun Bekasi, Jawa Barat, Selasa (5/5/2020).
2. Sebanyak 300 penumpang kereta dipilih secara random mengikuti tes ini. 
3. Metode tes PCR adalah mengetes spesimen yang diambil dari dahak di dalam tenggorokan dan hidung lalu diswab. 
4. Tes ini dianggap paling akurat dibandingkan rapid test yang hanya untuk mendeteksi reaksi imun dalam tubuh.
5. Data terkini kasus positif Covid-19 di Kota Bekasi telah mencapai 249 orang. Pasien sembuh corona 126, dalam perawatan 95, sedangkan meninggal 28 orang.
6. Test ini dibantu petugas dari RSUD Kota Bekasi dan Dinkes Kota Bekasi.
7. Sebelum masuk ke stasiun, penumpang lebih dulu menjalai tes PCR secara acak. Setelah itu, sampel lemdir dari hidung akan diuji di Labiratorium Kesehatan Kota Bekasi.
8. Hasil pemeriksaan ini diharapkan memberi gambaran kondisi penumpang ‎KRL apakah ada yang terpapar COVID-19 atau tidak.
9. Sebelumnya di KRL ada tiga orang yang dinyatakan positif virus COVID-19 berdasarkan hasil test swab PCR yang dilakukan pada 325 calon‎ penumpang dan petugas KAI di Stasiun Bogor. 
10. Sejumlah kepala daerah meminta pemerintah pusat untuk menstop operasional KRL guna menghambat penyebaran virus COVID-19
11. Hingga 4 Mei 2020 di Indonesia terdapat 11.587 kasus COVID-19 dengan kasus kematian 864 meninggal dan 1.954 sembuh.
12. Sampai kemarin pemerintah telah menguji 112.965 spesimen dari 83.012 orang di 46 laboratorium. Virus Corona COVID-19 (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta -

Dua pasien di Eropa dilaporkan mengalami reinfeksi virus Corona COVID-19. Laporan tersebut menyusul kasus reinfeksi pertama yang terkonfirmasi di Hong Kong baru-baru ini.

Makin banyaknya laporan reinfeksi memunculkan kekhawatiran soal efektivitas vaksin yang kini tengah dikembangkan. Namun dikatakan, butuh lebih banyak kasus reinfeksi untuk bisa menjawab kekhawatiran tersebut.

Media Belanda NOS mengutip virolog Marion Koopmans yang mengatakan pasien yang dimaksud adalah lansia dengan sistem imun yang melemah. Koopmans yang merupakan penasihat pemerintah Belanda mengatakan kemungkinan pasien ini mengalami reinfeksi.

"Bahwa seseorang mengalami reinfeksi, ini tidak membuat saya cemas," katanya, dikutip dari The Independent, Rabu (26/8/2020).

"Kita harus melihat apakah ini sering terjadi," lanjutnya.

Sementara kasus di Belgia terjadi pada wanita yang terinfeksi COVID-19 untuk pertama kalinya pada Maret silam. Setelah dinyatakan sembuh, ia terinfeksi lagi pada bulan Juni.

Virolog Marc van Ranst mengatakan pada media Belgia bahwa wanita tersebut menunjukkan gejala ringan, mungkin tidak membetuk antibodi yang cukup untuk mencegah reinfeksi.

"Saya pikir dalam beberapa waktu ke depan kita akan mendengar cerita lain yang serupa," katanya.

"Mungkin ada perkecualian, tetapi ada dan mungkin tidak hanya satu. Ini bukan kabar baik," lanjutnya.

Kasus reinfeksi untuk pertama kalinya terkonfirmasi di Hong Kong baru-baru ini. Berbeda dengan kasus-kasus sebelumnya yang diduga hanya false positive karena ada fragmen virus yang masih tersisa, pada kasus di Hong Kong pasien mengalami reinfeksi dengan dua strain virus yang berbeda.



Simak Video "Riset Ahli Soal Kasus Pasien Sembuh Corona Kembali 'Terinfeksi'"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)