Rabu, 26 Agu 2020 14:22 WIB

238 Karyawan LG Positif Corona, Pakar Anggap Skrining COVID-19 Berhasil

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Seorang pegawai Bagian Humas dan Protokol Setda Pemkot Solo terkonfirmasi positif virus Corona. Akibatnya satu gedung di Balai Kota Solo harus ditutup selama tujuh hari. Ilustrasi tes swab. (Foto: Agung Mardika)
Jakarta -

Sebanyak 238 karyawan pabrik LG di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, dilaporkan terkonfirmasi positif virus Corona (COVID-19). Hal ini diketahui setelah salah seorang karyawan meninggal dunia dan diduga terkait COVID-19.

"Kasus awalnya ada pekerja meninggal tanggal 19 Agustus di Rumah Sakit Pasar Rebo Jaktim karena COVID-19. Lalu dilakukan PCR massal hari Jumat, karena almarhum termasuk staf di office yang mobile," kata juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Bekasi, Alamsyah.

Kepala Departemen Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), Dr dr Tri Yunis Miko Wahyono, MSc, mengatakan terdeteksinya 238 orang positif Corona di pabrik LG bisa menandakan bahwa proses pelacakan kasus COVID-19 di Indonesia sudah cukup baik.

"Iyalah harusnya memang begitu," kata dr Miko kepada detikcom, Rabu (26/8/2020).

Meski begitu, dr Miko menegaskan bahwa sepatutnya Indonesia bisa lebih baik lagi dalam melakukan tes Corona setiap harinya, seperti Amerika Serikat dan India. Ia pun mencontohkan dengan tingkat positivity rate yang ada di DKI Jakarta, yakni 10 persen seharusnya bisa lebih banyak orang yang terdeteksi positif COVID-19 jika tesnya semakin diperbanyak.

"Percayalah dengan tingkat positivity rate DKI sekarang 10 persen, yang diperiksa kalau 4.000 saja 400, kalau 8.000 berapa? 800. Jadi di Indonesia juga begitu, sekarang pemeriksaan cuman 20.000-an kalau dinaikin 30.000-an dengan positivity rate yang sama akan ditemukan jumlah yang berbeda," jelasnya.

Dalam wawancara terpisah, dr Masdalina Pane dari Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI), mengatakan sudah menjadi kewajiban bagi setiap perusahaan jika ada karyawannya yang dinyatakan positif COVID-19, untuk dilakukan tes Corona secara massal di perusahaan tersebut.

"Komitmen serta concern kepedulian perusahaan terhadap pencegahan penularan itu baik. Artinya, semua mesti kalau konfirmasi kan semua karyawannya di-swab. Nah ada banyak perusahaan yang tidak melakukan itu," ujar dr Masdalina.



Simak Video "Satgas Sebut Banyak Orang Masih Tak Percaya Bahaya Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)