Kamis, 27 Agu 2020 19:25 WIB

Diduga Diidap Barli Asmara Sebelum Meninggal, Ini 4 Fakta Radang Otak

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Fokus Barli Asmara Desainer Barli Asmara meninggal. (Foto: Mohammad Abduh/Wolipop)
Jakarta -

Desainer kondang Barli Asmara meninggal dunia di usia 42 tahun. Barli Asmara meninggal di Bali setelah dirawat di rumah sakit karena penyakit radang otak yang diidapnya.

"Radang otak kena virus Toxo," ungkap keluarga Barli kepada Wolipop, Kamis (27/8/2020).

Dikutip dari Mayo Clinic, radang otak atau encephalitis adalah kondisi peradangan pada jaringan otak yang disebabkan infeksi virus, bakteri, atau parasit. Penyakit ini bisa mengancam nyawa dan membutuhkan perawatan segera di rumah sakit.

Beberapa fakta radang otak adalah sebagai berikut:

1. Gejala radang otak

Gejala radang otak awalnya dimulai dengan kondisi mirip flu seperti demam dan sakit kepala. Jika kondisinya serius, seseorang yang mengidap radang otak bisa mengembangkan gejala seperti kebingungan, disorientasi, kejang, bahkan perubahan perilaku.

2. Penyebab radang otak

Penyebab ensefalitis tidak selalu jelas, tetapi bisa disebabkan oleh infeksi virus seperti virus herpes simpleks, virus varicella zoster, atau virus Eipstein-Barr. Dalam beberapa kasus, radang otak juga bisa disebabkan infeksi jamur, bakteri, dan parasit walau lebih jarang terjadi.

3. Apa itu radang otak toksoplasma?

Barli Asmara disebut mengidap radang otak toksoplasma sebelum meninggal dunia. Infeksi parasit toksoplasma memang bisa menimbulkan komplikasi serius, salah satunya menyerang bagian otak.

Kondisi ini paling sering muncul pada individu yang mengidap gangguan kekebalan tubuh, terutama pada pasien dengan sindrom imunodefisiensi (AIDS). Beberapa gejalanya adalah sakit kepala, demam tinggi, bicara melantur, dan kebingungan.

4. Bisakah disembuhkan?

Karena komplikasi dari radang otak bisa serius, kondisinya memerlukan rawat inap. Perawatan akan sangat bergantung pada usia dan penyebab penyakit. Jika ensefalitis disebabkan oleh infeksi bakteri, dapat diobati dengan antibiotik intravena.

Perawatan lain dapat digunakan untuk menurunkan demam, memberikan hidrasi, mengobati kejang jika terjadi, dan mengurangi tekanan di tengkorak. Dengan perawatan yang tepat, banyak orang sembuh dari radang otak.

Simak videonya di sini:

[Gambas:Video 20detik]



(kna/up)