Sabtu, 29 Agu 2020 05:00 WIB

Di Tengah Rumor Koma, Kim Jong Un Dikabarkan Beri Perintah Soal Corona

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
The train which transported North Koreas leader Kim Jong Un to Vietnam leaves Dong Dang railway station, Vietnam, at the border with China, February 26, 2019. REUTERS/Athit Perawongmetha Kim Jong Un (Foto: REUTERS/Stringer)
Jakarta -

Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, memerintahkan pasukan negaranya untuk menembak siapa pun yang berada di dekat perbatasan Korea Utara-China dalam jarak satu kilometer. Hal ini dilakukan untuk menghindari penyebaran virus Corona di negara tersebut.

Kabar ini beredar di tengah klaim dirinya sedang koma. Seorang diplomat Korea Selatan menyebut Jong Un sudah koma selama beberapa waktu dan meragukan keaslian foto-foto terbarunya.

Berdasarkan keterangan salah satu penduduk di Provinsi Hamgyong, kebijakan itu berlaku di sepanjang perbatasan antara Korea Utara dan China sampai pandemi Corona berakhir.

"Polisi di Kota Hoeryong mengumumkan pemberitahuan darurat dari Kementerian Jaminan Sosial, yang mengatakan mereka akan membunuh siapa saja yang berada dalam jarak satu kilometer dari perbatasan Korea Utara-China, terlepas dari apapun alasan mereka berada di sana," katanya yang dikutip dari Mirror, Jumat (28/8/2020).

"Setelah mengumumkan deklarasi tersebut, departemen kepolisian mengatakan pada publik bahwa 'virus Corona telah menyebar ke mana-mana, kecuali negara kita jadi musuh mencoba menyusup ke perbatasan dengan mengirimkan virus'," lanjutnya.

Tak hanya itu, pihak departemen kepolisian setempat pun menekankan bahwa penduduk di sana harus melaporkan jika ada orang asing ataupun aktivitas dari musuh.

Kebijakan itu diterapkan di seluruh perbatasan Korea Utara-China yang panjangnya sekitar 1.400 kilometer dan membentang di empat provinsi. Menurut sumber tersebut, polisi yang berada di perbatasan sudah mengirim amunisi tambahan untuk membantu menjalankan kebijakan baru tersebut.

"Mereka mengatakan tidak akan bertanggung jawab atas kematian akibat penembakan yang dilakukan di perbatasan tersebut," ujarnya.

Berdasarkan laporan RFA, perwakilan militer Korea Utara membenarkan adanya kebijakan baru tersebut. Melalui telegram, Komando Tertinggi memberitahu pasukan militernya untuk membunuh siapa saja yang berada dalam jarak satu kilometer dari perbatasan Korea Utara-China, yang dimulai sejak 26 Agustus 2020 lalu.



Simak Video "Mari Lakukan Protokol Kesehatan untuk Membantu Sesama"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)