Sabtu, 29 Agu 2020 10:06 WIB

Kisah Wanita 21 Tahun yang Selamat dari Serangan Jantung

Faidah Umu Sofuroh - detikHealth
Molly Schroeder Foto: healthline
Jakarta -

Serangan jantung dapat dialami siapa saja, bahkan saat dia masih berusia muda sekali pun. Seperti yang terjadi pada Molly Schroeder, ia pernah mengalami serangan jantung saat masih berusia 21 tahun.

Pada 14 September 2012, Molly merasakan dirinya terkena gejala serangan jantung setelah berlatih sepak bola di kampusnya. Ia memang seorang yang mencintai olahraga ini sejak masih berumur 4 tahun.

Namun, 17 tahun kemudian ia mendapati bahwa dirinya mengalami serangan jantung karena gumpalan darah yang menyumbat 90% di salah satu arteri koroner utamanya. Setelah dilakukan pengujian, dokter mengatakan bahwa dia memiliki cacat septum atrium sejak yang didiagnosis terjadi ketika Molly masih kecil.

Selain itu, pengujian lebih lanjut mengungkapkan dia memiliki kelainan pembekuan darah genetik yang menyebabkan gumpalan darah. Ia pun diberi resep obat untuk mengatasi gumpalan darah tersebut dan menjalani rehabilitasi penyakit jantung.

Lantaran masih berusia 21 tahun, Molly yang sedang dalam usia produktif dan aktif itu pun mencari cara baru agar tetap bisa beraktivitas normal seperti sedia kala. Sejak pulih, ia kembali aktif berolahraga lari dan hiking dengan tetap menjaga detak jantungnya agar selalu normal.

Ia juga menjaga asupan natrium dan beralih menjadi vegetarian untuk menghindari daging merah. Sebab, daging merah diketahui mengandung banyak kolesterol yang akan memperparah kondisi pasien penyakit jantung, terlebih ia memang memiliki riwayat penyakit jantung bawaan.

Dilansir situs Healthline, Molly sadar betul menjaga kesehatannya saat ini adalah hal yang utama. Apalagi ia memiliki riwayat keturunan, sehingga ia harus ekstra melakukan tindakan pencegahan dari risiko-risiko serangan jantung yang lain dengan cara tetap berolahraga dan menghindari makanan berkolesterol.

Sementara itu, ahli jantung di The Mount Sinai Hospital dan ahli medis untuk gerakan Go Red for Women dari American
Heart Association Dr. Suzanne Steinbaum mengatakan wanita perlu dipantau kesehatan jantungnya.

Sebab, meski 80% kasus serangan jantung dapat dicegah, tapi penyakit ini terus menjadi ancaman terbesar bagi wanita. Ia pun menyebutkan ada 5 indikator yang menjadi kunci kesehatan jantung yaitu, tekanan darah, indeks massa tubuh, gula darah dan kolesterol.

Penyakit kolesterol ini menjadi salah satu faktor risiko yang sulit untuk dikendalikan. Sebab, hampir setiap orang pasti pernah dan menyukai makanan-makanan berkolesterol tinggi seperti daging merah, seafood. Tak semua orang juga suka berolahraga, hal ini yang menyebabkan kadar kolesterol jahat di dalam tubuh semakin parah.

Oleh karena itu, penting untuk menjaga kadar kolesterol dalam tubuh. Selain dengan cara mengonsumsi makanan berserat dan berolahraga, Anda juga bisa rutin mengonsumsi Nestlé ACTICOR dua kali sehari setelah makan.

Nestlé ACTICOR merupakan minuman susu rendah lemak yang mengandung Beta Glucan dan Inulin. Kandungan Beta Glucan dan Inulin teruji klinis mampu menurunkan kolesterol jahat (LDL) yang merupakan faktor risiko penyakit jantung.

Nestlé ACTICOR juga terbuat dari bahan alami dan rasanya pun sangat enak. Ada 4 varian rasa, antara lain avocado, chocolate, green-tea latte, dan banana. Nestlé ACTICOR baik dikonsumsi oleh orang dewasa yang peduli akan kesehatan tubuh.

Bagi yang suka minuman dingin, Nestlé ACTICOR juga bisa dikonsumsi dengan dikombinasikan bersama es batu atau diminum dalam kondisi dingin. Untuk hasil yang optimal, Nestlé ACTICOR dianjurkan diminum 2x sehari setelah makan.

Nestlé ACTICOR, Cara Alami Turunkan Kolesterol.



Simak Video "Pentingnya Deteksi Jantung saat Berolahraga"
[Gambas:Video 20detik]
(mul/ega)