Sabtu, 29 Agu 2020 14:35 WIB

Ganja Jadi Komoditas Binaan Tanaman Obat, Kementan: Statusnya Tetap Ilegal

Firdaus Anwar - detikHealth
ganja Ganja ilegal karena masuk dalam kelompok narkotik golongan I. (Foto ilustrasi: dok BNN)
Jakarta -

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dalam Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 104/KPTS/HK.140/M/2/2020 memasukkan ganja (Cannabis sativa) sebagai salah satu komoditas tanaman obat. Hal ini mengundang pertanyaan berbagai pihak, terutama netizen yang ingin tahu status legalitas ganja.

"Berhubung ganja sudah masuk sebagai tanaman obat, ada yang tau gimana caranya mendapat ijin untuk menanam ganja?" komentar salah satu pengguna Twitter.

Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan), Bambang Sugiharto, mengatakan ganja tetap ilegal meski tercatat sebagai salah satu dari 66 tanaman obat binaan. Daftar komoditas itu dibuat hanya untuk mendaftar tanaman apa saja yang diawasi oleh Kementan dan tidak dibudidaya.

Bambang menyebut ganja masih tergolong sebagai narkotik golongan I sesuai dengan UU Nomor 35 Tahun 2009.

"Bukan berarti masuk di situ dilegalkan, tidak, ngga boleh sama sekali," ujarnya seperti dikutip dari CNN Indonesia.

Hal serupa juga dijelaskan oleh Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Ditjen Hortikultura Kementan Tommy Nugraha. Ia menyebut status binaan maksudnya adalah untuk mengalihkan petani ganja menanam komoditas lain.

"Dulu dari sekian banyak pembahasan dengan petani, banyak yang menolak untuk dimusnahkan. Karena itu ganja masuk ke Kepmentan dan Kementan memberikan pembinaan kepada petaninya agar tidak lagi menanam ganja, jadi mengarahkan ke yang lain," jelasnya saat dihubungi detikcom.



Simak Video "Kementan Cabut Keputusan soal Ganja Jadi Tanaman Obat"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)