Senin, 31 Agu 2020 20:40 WIB

Bulu Kucing Penyebab Penyakit Asma, Mitos atau Fakta?

Rosmha Widiyani - detikHealth
Kucing Foto: iStock/Bulu Kucing Penyebab Penyakit Asma, Mitos atau Fakta?
Jakarta -

Asma yang merupakan salah satu bentuk gangguan pernapasan, kerap diidentikkan dengan bulu kucing atau hewan lain yang berbulu lebat. Paparan bulu hewan dianggap penyebab penyakit asma yang kerap ditandai dengan bunyi "ngik-ngik" saat bernapas.

Benarkah bulu kucing penyebab penyakit asma?

Dikutip dari situs American Academy of Allergy Asthma & Immunology, bulu hewan peliharaan mungkin bukan penyebab yang memperburuk kondisi asma. Reaksi asma disebabkan respon tubuh terhadap protein pada serpihan kulit mati hewan (dander), air liur, dan urin.

Situs tersebut menjelaskan, protein yang menempel pada bulu saat hewan menjilat dirinya juga dapat memicu asma. Selain itu, bulu hewan dapat menjadi sarang tungau debu, pollen, jamur dan pemicu reaksi asma lainnya.

Dikutip dari Mayo Clinic, asma adalah kondisi saat jalan napas (airways) menyempit, bengkak (swell), dan mungkin memproduksi banyak lendir. Kondisi ini menyulitkan pernapasan, memicu batuk, bunyi 'ngik-ngik' saat menghembuskan napas dan sesak.

Bagi sebagian orang, kondisi sesak napas mungkin masih bisa diatasi meski terasa tidak nyaman. Namun bagi yang lain, asma adalah masalah besar yang mengganggu aktivitas setiap hari dan mengancam nyawa.

Hingga saat ini, penyebab penyakit asma belum diketahui dan belum bisa disembuhkan. Namun ada beberapa hal yang diketahui bisa memicu reaksi asma.

Berikut beberapa hal yang memicu asma

1. Bahan-bahan pemicu alergi yang mudah ditemukan di udara misal serbuk sari, tungau debu, spora jamur

2. Infeksi pada saluran pernapasan

3. Aktivitas fisik

4. Udara dingin

5. Bahan-bahan penyebab polusi udara, misal asap pembakaran

6. Emosi yang kuat dan stres

7. Sulfites dan bahan-bahan pengawet yang ditambahkan pada beberapa tipe makanan atau minuman, misal dalam udang, buah kering, olahan kentang, bir, dan anggur

8. Jenis pengobatan tertentu misa beta blocker, aspirin, dan anti radang non steroid misal ibuprofen dan naproxen sodium

9. Reaksi penyakit Gastroesophageal reflux disease (GERD)

Dengan penyebab penyakit asma yang tidak diketahui dan belum bisa sembuh, pasien sangat disarankan melakukan kontrol teratur. Dokter akan menyarankan bentuk terapi yang tepat untuk mencegah reaksi asma mengganggu aktivitas tiap hari.



Simak Video "Tips Mengendalikan Asma di Masa New Normal"
[Gambas:Video 20detik]
(row/pal)