Senin, 31 Agu 2020 20:08 WIB

Mengenal Parafimosis, Kondisi Medis yang Kerap Disebut 'Disunat Jin'

Elsa Himawan - detikHealth
Warga Kecamatan Gending, Kabupaten probolinggo heboh soal seorang bocah yang diaggap telah disunat jin. Alat kelamin bocah tersebut tampak seperti habis disunat, meski belum pernah disunat seperti anak pada umumnya. Heboh bocah di Probolinggo 'disunat jin'. (Foto: M Rofiq)
Jakarta -

Warga kecamatan Gending Kabupaten Probolinggo dihebohkan dengan peristiwa unik dan tak biasa pada Sabtu (29/8). Seorang bocah berinisial OES (5) dianggap telah disunat jin. Alat kelamin bocah tersebut tampak habis disunat, meski sebenarnya belum pernah disunat.

Akan tetapi, dalam dunia kedokteran, hal ini bukanlah peristiwa mistis, melainkan parafimosis yang merupakan salah satu jenis kelainan organ kelamin.

Mengutip family doctor, parafimosis adalah kondisi yang hanya terjadi pada anak laki-laki yang belum disunat. Namun, tak menutup kemungkinan bila pria dewasa juga bisa mengalami kelainan ini. Biasanya, penyebab dari parafimosis yang dialami pria dewasa, meliputi infeksi karena tidak menjaga kebersihan organ kelamin, adanya penyakit diabetes, dan cedera yang diakibatkan karena seks dilakukan secara berlebihan.

Gejala parafimosis meliputi, tak bisa menarik kulup kembali ke posisi normal, terjadinya pembengkakan di ujung penis, ketidaknyamanan dan nyeri, kemerahan pada penis, serta sulit buang air kecil.

Sebetulnya, parafimosis terjadi ketika kondisi posisi kulup tertarik hingga ke batang penis. Kulup yang tak bisa kembali pada ujung penis akan menimbulkan bendungan aliran darah yang tak normal. Jika dibiarkan, bagian penis akan membengkak dan ujungnya berwarna merah hingga keunguan, sehingga terlihat seperti telah disunat.

Apabila parafimosis tak segera ditangani, akan mengakibatkan kematian di jaringan ujung penis dan dapat terjadi infeksi. Oleh sebab itu, ada dua cara terapi untuk mengatasi parafimosis, yaitu dengan melakukan sirkumsisi plastik (frenuloplasty) atau radikal.

Dalam menangani parafimosis, biasanya dokter akan mengobati pembengkakan dengan cara menekan penis dengan tangan, membungkus penis dengan perban, atau bisa juga dengan menggunakan es. Setelah pembengkakan hilang, dokter akan menarik kulup kembali.

Jika kulup terlanjur menempel, dokter perlu membuat sayatan kecil pada kulup tersebut untuk melonggarkannya. Dalam beberapa kasus, dokter mungkin perlu melakukan penyunatan.



Simak Video "Penjelasan Dokter soal Fenomena 'Jenazah Hidup Lagi'"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)