Selasa, 01 Sep 2020 13:47 WIB

Terinfeksi Virus Corona, Pria Ini Alami Nyeri Testis

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Male suffering with pain in the urogenital system. Disease for men. The concept of protection of sexually transmitted infections. Ilustrasi testis. (Foto: iStock)
Jakarta -

Para dokter di Amerika Serikat menyarankan nyeri testis juga dimasukkan sebagai salah satu gejala virus Corona, selain demam, kehilangan indra penciuman dan perasa, hingga batuk kering yang terjadi terus menerus.

Dikutip dari Daily Star, peringatan ini muncul setelah seorang pasien pria yang berusia 37 tahun dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan darurat. Pria tersebut mengalami pembengkakan dan rasa tidak nyaman pada skrotumnya.

Sebelum dibawa ke rumah sakit karena nyeri pada testisnya, pria ini sudah mengalami gejala virus Corona umum seperti batuk dan demam yang berlangsung selama seminggu. Usai diperiksa, dokter di San Antonio Uniformed Services Health Education Consortium, Texas, mengklaim virus Corona tersebut telah merusak spermatosit yang memproduksi sperma.

Tak hanya itu, para petugas medis memperingatkan kerusakan akibat virus Corona ini bisa berpengaruh pada kesuburan pria di masa depan.

Kasus pria tersebut bisa menjadi bukti pertama yang secara langsung menghubungkan virus Corona dengan nyeri testis. Namun, sampai saat ini belum ada penelitian yang menghubungkan keduanya.

Dokter yang merawat pasien tersebut percaya virus itu masuk ke tubuh menggunakan reseptor ACE2 yang ada pada sel Leydig yang ada pada testis. Hal ini memicu munculnya spekulasi bahwa virus Corona bisa menyebar melalui berhubungan seks. Tetapi, berdasarkan American Journal of Emergency Medicine, para dokter mencatat gejala ini masih jarang terjadi.

Namun, menambah nyeri testis ke dalam deretan gejala virus Corona bisa membantu mengidentifikasi penyakit ini, agar bisa menemukan pengobatan yang tepat, karantina, dan tindak lanjut terhadap kesehatan kesuburan.

Selama dirawat, pasien pria tersebut menghabiskan satu malam di rumah sakit dan diresepkan obat penghilang rasa sakit serta antibiotik selama seminggu. Tetapi, penelitian tidak mengungkapkan metode ini bisa mengobatinya atau tidak.

Para ilmuwan di China telah menganalisis air mani dari 38 pria yang dites positif terinfeksi COVID-19. Hasilnya, air mani satu dari enam pasien tersebut ditemukan adanya jejak virus Corona, termasuk mereka yang telah sembuh dari virus tersebut.



Simak Video "Yang Harus Dilakukan Jika Tak Bisa Cium Bau Seperti Gejala Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)