Selasa, 01 Sep 2020 17:41 WIB

Sebut PSBB Tak Perlu karena Picu Resesi, Ini Klarifikasi Pejabat Kemenkes

Firdaus Anwar - detikHealth
Sejumlah petugas Satpol PP tingkat kota melakukan razia pendisiplinan pemakaian masker di kawasan Danau Sunter, Jakarta Utara, Rabu (13/8). Kegiatan tersebut bertujuan memberikan ketegasan kepada para pengendara yang tidak tertib memakai masker di masa PSBB Transisi ini. Petugas pengawas PSBB (Foto: Pradita Utama)
Jakarta -

Plt Dirjen Pelayanan Kesehatan, Kemenkes, Abdul Kadir menyebut Indonesia sudah tidak perlu lagi lockdown atau PSBB karena akan membuat negara resesi. Hal ini ia sampaikan dalam Simposium Nasional Dies Natalis 64 Universitas Hasanuddin yang disiarkan akun Youtube FKM UNHAS.

Kadir beralasan pembatasan sosial hanya akan menghambat perekonomian, sementara virus Corona COVID-19 akan tetap ada di dunia tidak bisa dihilangkan.

"Tidak perlu lagi kita misalnya harus lockdown, harus PSBB, enggak perlu. Kalau kita lockdown atau PSBB, apa yang terjadi? Ekonomi tidak bergerak, negara kita menjadi resesi," kata Kadir seperti dikutip dari CNN pada Selasa (1/9/2020).

Mengenai hal tersebut, Kadir memberikan penjelasan lanjutan bahwa pernyataan dibuat dalam konteks bila warga Indonesia bisa disiplin menjalankan protokol kesehatan. Ia menekankan bahwa saat ini yang harus diupayakan adalah bagaimana warga bisa disiplin protokol kesehatan.

"Jadi saya sampaikan kita tidak perlu takut Corona karena harus berdamai, yang paling penting intinya gitu. Jangan sampai karena ada Corona tidak bisa melakukan aktivitas ekonomi keseharian dan sebagainya," kata Kadir pada detikcom saat dihubungi terpisah.

"Ke depan Corona ini akan sama dengan flu dan HIV-AIDS tergantung daripada kita ini menghadapinya dengan pola hidup baru. Tetap lakukan aktivitas, kegiatan ekonomi, pendidikan, dan sebagainya dengan mengacu protokol kesehatan," lanjutnya.

Kadir menyebut dampak negatif sosial ekonomi bisa lebih besar bila lockdown atau PSBB terus dilakukan karena minimnya adaptasi kebiasaan normal baru.



Simak Video "Kemenkes: Lansia Perlu Hati-hati Gunakan Herbal untuk Atasi Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)