Selasa, 01 Sep 2020 20:40 WIB

Perbedaan Rematik dan Asam Urat dari Gejala hingga Penyebabnya

Lusiana Mustinda - detikHealth
Asian woman suffering from pain in bone against gray background, Concept with hand arthritis grimace in pain Perbedaan rematik dan asam urat. Foto: iStock
Jakarta -

Rematik dan asam urat adalah dua jenis radang sendi atau artritis. Kedua jenis penyakit itu mempengaruhi persendian sehingga dapat menyebabkan nyeri, pembengkakan dan kemerahan pada sendi.

Kondisi rematik dan asam urat nyaris terlihat serupa. Karena sulit dibedakan gejalanya satu sama lain maka penyakit-penyakit ini dapat membingungkan. Seperti misalnya nodul atau gumpalan kristal yang terbentuk di bawah kulit ketika asam urat dapat pula ditemui pada penderita rematik.

Apalagi seseorang dapat menderita rematik dan asam urat sekaligus. Meskipun penyebab dan pengobatan masing-masing berbeda. Menurut studi sekitar dua persen penderita rematik juga akan mengalami asam urat.

Dikutip dalam Medical News Today berikut perbedaan antara rematik dan asam urat:

1. Rematik Vs Asam Urat

Rematik adalah kondisi peradangan autoimun. Ini terjadi ketika sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang sel-sel yang sehat di jaringan sinovial atau lapisan sendi. Reaksi ini dapat menyebabkan peradangan, nyeri dan pembengkakan. Biasanya terjadi di tangan, pergelangan tangan, pergelangan kaki dan lutut di kedua sisi tubuh. Seiring waktu, serangan pembengkakan yang berulang dapat menyebabkan kerusakan sendi.

Sedangkan asam urat merupakan gangguan inflamasi, tetapi ini bukan merupakan kondisi autoimun. Sebaliknya, orang dengan asam urat dapat mengembangkan kadar asam urat tinggi dalam darah mereka. Asam urat hadir dalam makanan serta minuman dan mengonsumsi obat tertentu juga dapat meningkatkan jumlah asam urat dalam tubuh.

Kristal asam urat ini dapat mengendap di jaringan sinovial, terutama di tangan, kaki dan siku.

2. Risiko Rematik dan Asam Urat


Rematik mempengaruhi lebih banyak wanita daripada pria. Diperkirakan 1,5 juta orang di Amerika Serikat menderita rematik dan kondisi tersebut mempengaruhi wanita hampir tiga kali lebih banyak daripada pria.

Di sisi lain, asam urat lebih banyak menyerang pria daripada wanita. Diperkirakan 4 persen orang dewasa Amerika atau sekitar 6 juta pria dan 2 juta wanita menderita asam urat.

3. Gejala dan Efek Jangka Panjang


Beberapa gejala rematik dan asam urat berbeda, termasuk area yang terkena dan efek jangka panjangnya. Dokter tidak mengaitkan asam urat dengan penyebab berbagai masalah jangka panjang rematik seperti penyakit jantung dan pernapasan.

4. Gejala Rematik

Seseorang dengan rematik akan mengalami serangan ketika gejalanya lebih buruk dan periode dimana gejala berkurang atau hilang.

Berikut gejala dari rematik yaitu: kelelahan, demam, nyeri, pegal atau kaku pada persendian, kekakuan di lebih dari satu sendi, nyeri dan kaku di kedua sisi tubuh seperti pergelangan tangan atau pergelangan kaki, kelemahan, penurunan berat badan.

Rematik juga dapat menyebabkan komplikasi progresif dan jangka panjang bahkan dengan obat-obatan.

Dan berikut efek jangka panjang rematik meliputi: kehilangan kepadatan tulang, kerusakan pada persendian, perubahan penampilan dan mobilitas tangan serta kaki, penyakit jantung prematur, jaringan parut dan peradangan di mata.

Sedangkan gejala asam urat mirip dengan gejala rematik akan tetapi orang mungkin mendapatkan serangan asam urat secara berkala yang datang dan pergi. Orang mengalami serangan asam urat akut ketika kristal asam urat berlebih mengendap di persendian.

Asam urat sering terjadi setelah pemicu seperti terlalu banyak minum alkohol yang meningkatkan jumlah kristal asam urat dalam tubuh.

Berikut gejala asam urat pada persendian termasuk: rentang gerak yang berkurang, pembengkakan, kehangatan dan sendi yang sering terkena asam urat adalah jempol kaki. Asam urat biasanya tidak menyebabkan reaksi autoimun yang sama seperti rematik seperti demam dan kabut otak.

5. Perbedaan Penyebab


Rematik disebut juga penyakit autoimun yang umumnya diturunkan dari keluarga. Hingga saat ini pemicu rematik diduga akibat infeksi virus dan kebiasaan merokok. Sedangkan penyebab asam urat bisa kambuh jika terlalu banyak konsumsi makanan yang mengandung purin seperti ikan, kerang, daging hingga jeroan.





Simak Video "Dokter: Gejala Penyakit Pasca-Lebaran Biasanya Tidak Spesifik"
[Gambas:Video 20detik]
(lus/pal)