Selasa, 01 Sep 2020 20:00 WIB

Profesor Oxford Sebut Akan Muncul Wabah Virus Seperti COVID-19

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Folder of Coronavirus covid19 2019 nCoV outbreak Ilmuwan prediksi akan muncul virus seperti virus Corona di masa depan. (Foto: Getty Images/iStockphoto/oonal)
Jakarta -

Seorang profesor yang memimpin penelitian vaksin virus Corona Oxford University, Sarah Gilbert, memperingatkan akan terjadi peningkatan wabah virus yang ditularkan dari hewan ke manusia. Ia percaya, hal ini disebabkan karena gaya hidup manusia saat ini.

"Karena hal-hal yang terjadi di dunia saat ini, kemungkinan besar akan muncul infeksi zoonosis yang bisa menjadi wabah di masa depan," katanya yang dikutip dari The Independent, Selasa (1/9/2020).

"Kepadatan populasi yang lebih besar, perjalanan yang lebih banyak, dan penggundulan hutan, mungkin membuat wabah ini menjadi lebih besar dan kemudian akan menyebar," lanjutnya.

Asal-usul dari virus Corona yang mewabah saat ini masih menjadi misteri, tetapi sebagian besar peneliti percaya bahwa virus ini ada pada kelelawar dan akhirnya bisa menular ke populasi manusia melalui hewan lainnya. Selain COVID-19, beberapa penyakit yang juga berasal dari hewan seperti SARS, Ebola, dan juga virus West Nile.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sekitar satu miliar kasus penyakit dan jutaan kematian yang terjadi setiap tahun disebabkan penyakit zoonosis. Sementara sekitar 60 persen penyakit menular baru yang dilaporkan secara global sudah berpindah dari hewan ke manusia.

Di luar dari ancaman yang ditimbulkan penyakit ini, Prof Gilbert juga yakin akan ada wabah jenis influenza lain yang kuat di masa mendatang seperti yang pernah terjadi selama 2017-2018, di Amerika Serikat. Di AS, penyakit influenza menewaskan sekitar 80.000 orang di sepanjang musim dingin pada tahun 2017-2018 dan menjadi wabah yang paling mematikan.

"Akan ada pandemi flu lain di masa depan. Ini akan muncul lagi, (tetapi) kami tidak tahu subtipe flu apa itu," kata Prof Gilbert.

"Saya sedang mengerjakan vaksin flu universal yang akan bekerja melawan semua jenis flu, seperti H1N1, H3N3, (atau) H7N7," imbuhnya.

Menurut Prof Gilbert, dengan adanya vaksin flu universal ini bisa mengatasi banyak subtipe virus. Bahkan sejauh ini belum ada vaksin flu universal yang disetujui untuk penggunaan umum.

"Flu bisa ada pada burung liar yang bermigrasi dan kita tidak bisa menyingkirkan reservoir itu. Ini bisa menginfeksi manusia dan kemudian akan menjadi pandemi lain dengan jenis flu berbeda yang belum pernah kita lihat sebelumnya," jelas Prof Gilbert.



Simak Video "Satgas Sebut Banyak Orang Masih Tak Percaya Bahaya Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)