Rabu, 02 Sep 2020 17:30 WIB

Mutasi Corona D614G Tak Ganggu Riset Vaksin, Ini Penjelasan Teknisnya

Ayunda Septiani - detikHealth
Malaysia Laporkan Mutasi Covid-19 yang 10 Kali Lebih Menular Mutasi virus Corona D614G tidak mengganggu riset vaksin. (Foto: DW (SoftNews)
Jakarta -

Direktur Lembaga Biologi Molekuler Eijkman (LBME), Prof Amin Soebandrio mengatakan virus Corona sudah terdeteksi di Indonesia pada bulan Mei lalu. Mutasi Corona D614G setidaknya sudah ditemukan di beberapa kota di Indonesia seperti di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Tangerang, dan Surabaya.

"Mutasi virus D614G sebetulnya sudah di deteksi di Indonesia keberadaannya, dilaporkan bulan Mei lalu," jelas Prof Amin dalam siaran pers di channel YouTube BNPB, Rabu (2/9/2020).

Apakah mutasi virus akan mempengaruhi upaya pengembangan vaksin?

Prof Amin menjelaskan mutasi virus Corona tidak mempengaruhi protein yang menjadi sasaran dari vaksin tersebut. Selama tidak mempengaruhi RBD (receptor binding domain) maka vaksin yang dikembangkan di Indonesia dapat digunakan.

"Selama mutasi-mutasi itu tidak mempengaruhi protein yang menjadi sasaran dari vaksin yaitu, RBD (receptor binding domain) maka mutasi itu tidak mempengaruhi sehingga vaksin yang dikembangkan di Indonesia itu dapat digunakan di negara lain," tambah Prof Amin.

"Mutasi ini memang menyebabkan perubahan pada spike protein dari coronavirus, tapi tidak mengganggu RBD dan selama vaksin ini ditujukan terhadap RBD maka tidak akan mengganggu kinerja vaksin," kata Prof Amin.

Selain itu, Prof amin mengatakan kita tidak boleh mengabaikan pandemi Corona yang sedang berlangsung. Tetap patuhi dan terapkan protokol kesehatan.



Simak Video "Mutasi Virus Corona, Penelitan, dan Kelompoknya di Dunia"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)