Rabu, 02 Sep 2020 20:30 WIB

Arti Anjay dan Dampak Psikisnya Terhadap Perilaku Bullying

Rosmha Widiyani - detikHealth
Teenage girl sitting on a staircase outside feeling depressed Foto: iStock/Arti Anjay dan Dampak Psikisnya Terhadap Perilaku Bullying
Jakarta -

Kata anjay masih menjadi salah satu topik yang dibicarakan masyarakat dan muncul di Google Trend pada Rabu (2/9/2020). Anjay sempat viral, menjadi trends di Twitter, dan mendapat tanggapan dari ahli bahasa, psikolog, serta lembaga perlindungan anak.

Pegiat Bahasa Indonesia Ivan Lanin melalui akun Twitter @ivanlanin sempat menyinggung anjay yang sedang dibicarakan warganet. Dia menulis dua kalimat yang punya makna berbeda, dengan salah satunya menyertakan kata anjay.

"Pilih mana? 1. Anjay, keren, euy! 2. Maaf, dengan segala hormat, bolehkah saya bersetubuh dengan pasanganmu?" tulis Ivan Lanin.

Di Tweet berikutnya, Ivan Lanin menyertakan tulisan yang diupload pada 2017 terkait kata. Menurut Ivan, suatu kata sebetulnya tidak memihak atau netral.

"Kata itu netral. Tafsir manusia membuatnya memihak," tulis Ivan Lanin yang juga mengupload link tulisan daring tentang politeness theory.

Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) dalam rilis yang diupload di Instagram menyatakan, penggunaan kata anjay harus dipertimbangkan dengan berbagai sudut pandang. Anjay ditulis dapat diartikan dengan sebutan dari salah satu binatang.

Penggunaan kata anjay jangan sampai menimbulkan ketersinggungan, sakit hati, dan merugikan. Anjay bisa menjadi bentuk kekerasan verbal jika digunakan untuk merendahkan martabat seseorang, yang merupakan salah satu bentuk bullying. "Bentuk kekerasan atau bullying dapat dipidana sesuai dengan Undang-undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak," tulis Komnas PA.

Dengan beragam makna yang mungkin muncul, perspektif penggunaan anjay harus dipertimbangkan kembali. Apalagi istilah anjay kerap digunakan di media sosial dan anak-anak. Komnas PA menyarankan untuk tidak lagi menggunakan anjay untuk mencegah munculnya kekerasan verbal dan perbuatan yang merendahkan seseorang.

Kata anjay memang bisa saja punya pengaruh pada kesehatan mental, ujar psikolog sekaligus konselor Nuzulia Rahma Tristinarum. Terutama dalam kondisi penggunaannya bertujuan membully orang lain.

"Jika kata tersebut ditujukan untuk mencela, merendahkan, menghina atau membully orang lain. Ini bisa berdampak pada kesehatan mental jika orang yang menerima kata anjay mempersepsikan negatif pada kata tersebut," jelas Rahma saat dihubungi detikcom Senin (31/8/2020).

Namun lebih jauh Rahma menjelaskan anjay merupakan kata yang belum punya definisi dalam kamus Bahasa Indonesia. Karena itu anjay bisa saja diinterpretasi dalam berbagai makna yang berbeda-beda.

"Tergantung situasi, kondisi, tujuan penggunaan kata dan tergantung persepsi orang yang mendengar dan menerimanya," kata Rahma.

Dalam tulisan yang berjudul Faktor yang Mempengaruhi Remaja Dalam Melakukan Bullying dari Universitas Padjadjaran (Unpad), bullying adalah tindakan penggunaan kekerasan untuk menyakiti satu atau sekelompok orang. Tindakan yang bisa dilakukan secara verbal, fisik, dan psikologis ini mengakibatkan korban merasa tertekan, trauma, dan tidak berdaya.

Tulisan yang dibuat Ela Zain Zakiyah, dkk, dari Departemen Kesejahteraan Sosial FISIP Unpad ini menyatakan, remaja yang menjadi korban bullying lebih berisiko mengalami masalah kesehatan fisik dan mental. Bullying yang terjadi pada anak mengakibatkan munculnya depresi, kegelisahan, dan masalah tidur.

Efek bullying pada anak bisa terbawa hingga dewasa dengan munculnya keluhan kesehatan fisik. Keluhan meliputi sakit kepala, sakit perut dan ketegangan otot, rasa tidak aman saat berada di lingkungan sekolah, dan penurunan semangat belajar serta prestasi akademis.



Simak Video "Bukan Seperti Mata Najwa, Ini Teknik Empty Chair yang Sesungguhnya"
[Gambas:Video 20detik]
(row/pal)