Kamis, 03 Sep 2020 13:44 WIB

Viral Dugaan Dokter Bunuh Diri Korban Bullying, Kemenkes Masih Investigasi

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Ilustrasi jenazah Seorang calon dokter spesialis diduga bunuh diri karena menjadi korban bullying (Foto: Thinkstock)
Topik Hangat Bullying Dokter Junior
Jakarta -

Seorang dokter muda berinisial AB diduga bunuh diri saat sedang menempuh Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Universitas Airlangga dan menjalani praktik di RSUD dr Soetomo. Dari laporan yang dihimpun, AB diduga bunuh diri lantaran mendapat bullying dari seniornya.

Kepala Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kementerian Kesehatan Prof dr Abdul Kadir mengaku telah mendapat informasi mengenai kejadian tersebut. Saat ini telah dilakukan pendalaman dan investigasi untuk mencari tahu lebih lanjut mengenai penyebab pasti kematian AB.

"Iya (masih investigasi). Kami sudah kirim tim ke sana," kata Prof Kadir kepada detikcom, Kamis (3/9/2020).

Sesuai dengan UU Pendidikan Kedokteran Nomor 20 Tahun 2013, itu peserta didik itu harus mendapat perlindungan hukum atau perlindungan dari kekerasan fisik maupun mental sehingga perlakuan bullying dalam bentuk apapun tak dapat dibenarkan.

Diwawancara terpisah, Wakil Ketua Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dr Slamet Budiarto mengatakan jika ada bullying yang terjadi pada mahasiswa kedokteran termasuk spesialis, pihak institusi harus menindak dengan tegas karena pelaku sudah melanggar undang-undang kode etik kedokteran.

"Jadinya kita menghimbau untuk kepada institusi pendidikan yang menyelenggarakan spesialis, untuk melakukan pengawasan dan pembinaan pada saat penyelenggaraan pendidikan, khususnya pendidikan spesialis apakah ada bullying dan lain-lain," ungkap dr Slamet.



Simak Video "Kasus Bunuh Diri Anak Muda di Korsel Meningkat 2 Kali Lipat"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)
Topik Hangat Bullying Dokter Junior