Kamis, 03 Sep 2020 14:02 WIB

Perokok Anak di Indonesia Meningkat, Survei Ungkap Kemungkinan Penyebabnya

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
ilustrasi rokok Survei mengungkap kemungkinan penyebab tingginya jumlah perokok anak di Indonesia. (Foto: ilustrasi/thinkstock)
Jakarta -

Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menunjukkan perokok anak usia 10-18 tahun mengalami peningkatan dari 7,2 persen pada 2013 menjadi 9,1 persen di 2018. Artinya, hampir satu dari sepuluh anak di Indonesia sudah mulai merokok.

Menurut tim peneliti dari Universitas Dian Nuswantoro di Semarang, Nurjanah, SKM, MKes, meningkatnya perokok anak bisa disebabkan oleh banyaknya iklan rokok yang tersebar di sekitar sekolah.

"Iklan rokok sangat dekat dengan anak, bahkan 74 persen iklan rokok berada dalam radius 300 meter dari sekolah. Kepadatan iklan rokok terbukti berpengaruh terhadap perilaku merokok siswa, maka perlu kebijakan pelarangan iklan rokok untuk melindungi anak dari jerat industri rokok," kata Nurjanah, Kamis (3/9/2020).

Hasil survei yang dilakukan oleh sejumlah lembaga di Indonesia, seperti Yayasan Lentera Anak, Komnas Pengendalian Tembakau, dan Forum Warga Kota Jakarta (FAKTA) pada April sampai Juni 2020 pun menduga ada beberapa penyebab meningkatnya jumlah perokok anak. Salah satunya adalah banyak penjual rokok yang berada di sekitar sekolah.

Dalam penelitian ada 401 sekolah yang dijadikan sampel. Sebanyak 255 sekolah di Jakarta, 93 di Medan, 24 di Surakarta, dan 29 di Banggai. Sementara tempat penjualan rokok yang diteliti berjumlah 805 toko, yaitu 449 di Jakarta, 159 di Medan, 48 di Surakarta, dan 149 di Banggai.

Hasilnya, ada beberapa macam cara yang diduga dilakukan oleh para penjual rokok untuk menarik minat anak-anak. Di antaranya sebagai berikut:

- Memajangnya sejajar mata anak
- Menyediakan rokok ketengan atau batangan
- Memajangnya di dekat dengan permen atau makanan ringan
- Memperlihatkan poster iklan rokok
- Mengatur kemasan sehingga peringatan kesehatan tertutupi
- Memajang slop rokok



Simak Video "Menkes Terawan soal Corona di Indonesia: Perjalanan Masih Panjang"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)