Kamis, 03 Sep 2020 14:44 WIB

Pasien COVID-19 dengan Happy Hypoxia Tampak Normal, Bagaimana Mengenalinya?

Sukma Indah Permana - detikHealth
Folder of Coronavirus covid19 2019 nCoV outbreak Virus Corona COVID-19 (Foto: Getty Images/iStockphoto/oonal)
Yogyakarta -

Batuk, sesak napas, demam, hingga kehilangan indera penciuman dan perasa merupakan sejumlah gejala yang yang bisa terlihat pada seseorang yang terinfeksi virus Corona atau COVID-19. Namun pakar Penyakit Dalam Spesialis Paru-Paru (Internis Pulmonologist) Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FKKMK UGM) dr Sumardi, SpPD,KP, FINASIM., menyebut pasien Corona dengan gejala happy hypoxia syndrome tampak normal.

"Pada orang yang mengalami happy hypoxia ini tampak normal atau biasa-biasa saja. Karenanya sering dinamakan silent hypoxia sebab terjadi perlahan dan lama-lama lemas dan tidak sadar," ujar Sumardi dalam keterangan tertulis yang dikirim humas UGM kepada wartawan, Rabu (2/9/2020).

Sumardi menjelaskan, kadar oksigen normal dalam tubuh seseorang adalah di atas 95 persen. Penurunan kadar oksigen di kondisi ini tidak membuat orang kesulitan bernapas ataupun tidak merasa terengah-engah.

Dia menjelaskan hypoxia terjadi akibat adanya penjedalan di saluran pembuluh darah. Hal tersebut dikarenakan peradangan atau inflamasi pada pembuluh-pembuluh darah, terutama di paru-paru akibat kadar oksigen yang terus berkurang dalam tubuh.

Kepala Divisi Pulmonologi dan Penyakit Kritis RSUP Dr Sardjito ini menyampaikan jika happy hypoxia tidak segera ditangani akan mengancam nyawa pasien COVID-19. Penjendalan tidak hanya akan terjadi di paru-paru, tetapi bisa ke organ-organ lainnya seperti ginjal dan otak yang bisa menyebabkan kematian.

Keberadaan happy hypoxia, kata Sumardi, bisa diketahui pada pasien Corona yang mendapatkan perawatan di rumah sakit. Pemantauan kadar oksigen dalam darah biasanya dilakukan dengan menggunakan alat pulse oximeter.

Lalu bagaimana pada pasien COVID-19 yang tidak menunjukkan gejala, terutama yang melakukan isolasi mandiri di rumah?

Dia mengimbau pasien Corona tanpa gejala yang melakukan isolasi mandiri untuk selalu memonitor kondisi tubuh. Pasien diminta waspada apabila muncul gejala tubuh tiba-tiba lemas padahal tidak melakukan aktivitas yang mengakibatkan pengurangan energi maupun berolahraga.

"Kalau tiba-tiba merasakan lemas, tetapi makan dan minum masih biasa harus segera lapor ke rumah sakit. Lemas ini karena oksigen di organ berkurang jadi harus cepat ke rumah sakit agar bisa mendapatkan penanganan yang tepat," tegasnya.



Simak Video "'Happy Hypoxia' Bisa Dideteksi Mandiri Pakai Pulse Oximetry, tapi..."
[Gambas:Video 20detik]
(sip/up)