Senin, 07 Sep 2020 14:15 WIB

WHO: Jangan Harap Vaksin Corona Tersedia Tahun Ini

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Virus corona: China diam-diam uji coba vaksin Covid-19 pada para pekerja Ilustrasi vaksin Corona. (Foto: BBC World)
Jakarta -

Vaksin butuh waktu yang lama untuk dikembangkan. Namun vaksin adalah salah satu cara yang disebut efektif untuk mengakhiri pandemi. Atas dasar itulah para peneliti di seluruh dunia mempercepat pengembangan dan produksi vaksin COVID-19.

Hanya saja percepatan tersebut mengarah pada prediksi yang dianggap menyesatkan tentang ketersediaan vaksin Corona, seperti di pertengahan atau akhir 2020. Oleh karena itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) berusaha meredam 'ekspektasi' tersebut dan meminta agar masyarakat tidak berharap vaksin Corona bisa siap tahun ini.

Laman The New York Times memiliki rubrik Coronavirus Vaccine Tracker untuk melihat perkembangan vaksin COVID-19 di seluruh dunia. Per hari ini, Senin (7/9), belum ada satupun vaksin yang disetujui dan hanya 3 kandidat yang diberi izin penggunaan awal atau terbatas seperti di China dan Rusia, bahkan sebelum fase 3 selesai.

WHO menyebut mereka mendorong para ilmuwan untuk mempercepat penelitian vaksin, tetapi tetap harus relalistis. Vaksin yang diberikan terlalu dini, tanpa pengujian yang tepat, bisa gagal atau lebih buruk, berbahaya. Inilah mengapa ada kekhawatiran tentang vaksinasi massal COVID-19 di China dan Rusia karena kandidat vaksin tersebut belum sampai pada uji klinis tahap 3.

"Kami tahu setidaknya ada enam sampai sembilan (calon vaksin) yang telah menempuh perjalanan yang cukup jauh dalam penelitian ini," kata juru bicara WHO Margaret Harris dikutip dari Medical Daily.

"Tapi dalam waktu yang realisits, kami benar-benar tidak mengharapkan adanya vaksinasi yang meluas sampai pertengahan tahun depan," imbuhnya.

Meskipun mungkin baru tahun depan vaksin yang andal tersedia, beberapa negara seperti Amerika Serikat, telah mendesak peluncuran dan vaksinasi Corona pada November mendatang. Padahal pemberian otorisasi darurat untuk vaksin tak bisa sembarangan.

Apabila sudah terlanjur melakukan vaksinasi massal kemudian baru diketahui bahwa vaksinnya tidak efektif, akan menyebabkan masalah yang cukup serius di kemudian hari. Spesialis penyakit menular dan ahli lainnya mendesak agar tidak ada jalan pintas dalam hal persetujuan vaksin.

Ini mungkin menunda vaksinasi, tetapi vaksin yang dihasilkan bisa lebih bekerja lebih efektif dan membangkitkan kepercayaan lebih di antara masyarakat dan komunitas perawatan kesehatan.



Simak Video "Vaksin Corona Belum Direkomendasikan untuk Anak-anak dan Ibu Hamil"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)