Senin, 07 Sep 2020 18:00 WIB

Lagi Banyak Dicari, Perlukah Punya Oximeter untuk Deteksi Happy Hypoxia?

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Oxygen saturation and heart rate measurement monitor. Pulse oximeter makin banyak dicari seiring makin banyaknya pembahasan tentang happy hypoxia (Foto: Getty Images/iStockphoto/mkToy)
Topik Hangat Happy Hypoxia
Jakarta -

Gejala happy hypoxia pada pasien COVID-19 terjadi saat mereka secara tidak sadar kekurangan kadar oksigen tanpa disertai sesak napas. Perlukah punya pulse oximeter sendiri untuk mendeteksi gejala ini?

Dokter spesialis paru dari Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, dr Adria Rusli, SpP(K), menjelaskan sangat baik jika seseorang memiliki pulse oximeter untuk mendeteksi dini gejala happy hypoxia COVID-19. Alat ini pun bisa dipakai banyak orang asal alat pulse oximeter dipastikan tetap bersih.

"Paling baik punya alat sendiri, dan alat itu nggak terlalu mahal kok. Mahal sih relatif ya, tetapi itu baik sekali kok, itu semacam pengukur nadi, nadinya juga ada nanti, nadi sama saturasi oksigen muncul di sana," bebernya saat dihubungi detikcom Senin (7/9/2020).

Menurut dr Adria, meningkatnya minat untuk membeli alat ini tidak akan memicu kelangkaan seperti masker di awal pandemi. Hal ini dikarenakan alatnya cukup sederhana dan bisa dipakai dalam jangka waktu yang lama.

"Kan sangat sederhana ya, alatnya ini tidak untuk satu orang satu. Tidak seperti masker, walaupun memang saya setuju mesti dibersihkan. Cukup dibersihkan dengan cairan yang mengandung alkohol," lanjutnya.

"Jadi memang paling ideal punya sendiri, tapi kalau nggak pun satu keluarga cukup satu. Masker kan sekali pakai, ini bisa berkali-kali dipakai, bisa seumur hidup kalau batrenya diganti segala macam," pungkasnya.

pulse oximeter untuk happy hypoxia di pasar pramukaPulse oximeter untuk happy hypoxia mulai susah dicari di Pasar Pramuka, Jakarta Timur. Foto: Reyhan/detikHealth

Alternatif lain jika tidak membeli pulse oximeter, ada beberapa hal yang bisa dilihat jika seseorang mengalami gejala happy hypoxia COVID-19, seperti yang dijelaskan dr Adria.

  • Pucat
  • Kebiruan
  • Jari-jari pucat.

Tetapi hal ini disebut terjadi pada pasien dengan kondisi parah. Maka dari itu, dr Adria menyarankan penggunaan pulse oximeter lebih baik.

Seseorang yang ingin mengetahui apakah memiliki gejala ini, disebut dr Adria, untuk terlebih dahulu memastikan positif COVID-19 atau tidak. "Iya sebetulnya dipastikan dulu ada COVID-19 atau tidak, penciumannya berkurang," pungkasnya.



Simak Video "'Happy Hypoxia' Bisa Dideteksi Mandiri Pakai Pulse Oximetry, tapi..."
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)
Topik Hangat Happy Hypoxia