Senin, 07 Sep 2020 17:38 WIB

Jokowi Khawatir Klaster Pilkada, Virolog Soroti Fenomena Arak-arakan Massa

Firdaus Anwar - detikHealth
Virus Corona terbaru atau Sars-Cov-2 yang menjadi penyebab COVID-19 memang berbahaya. Tapi tampilannya di bawah mikroskop bisa sangat bertolak belakang. (Foto ilustrasi Corona: NIAID)
Jakarta -

Proses Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 menjadi kekhawatiran baru di era pandemivirus CoronaCOVID-19. Sebagian calon malah menimbulkan kerumunan saat maju dalam kontestasi politik, meski sudah ada larangan dari Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.

Fenomena ini bahkan menjadi kekhawatiran Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dalam sidang kabinet, Jokowi menekankan jajarannya harus lebih memperhatikan kemunculan klaster Corona di kantor, keluarga, dan Pilkada.

"Hati-hati, perlu saya sampaikan, hati-hati yang namanya klaster kantor. Kedua, klaster keluarga hati-hati. Yang terakhir juga klaster Pilkada hati-hati ini," ucap Jokowi saat Sidang Kabinet Paripurna untuk Penanganan Kesehatan dan Pemulihan Ekonomi Tahun 2021, Senin (7/9/2020).

Ahli virologi Profesor I Gusti Ngurah Kade Mahardika dari Universitas Udayana menjelaskan bahwa kerumunan merupakan tempat ideal untuk terjadinya penularan virus Corona. Oleh karena itu sebetulnya calon kepala daerah yang benar-benar peduli akan sebisa mungkin maju tanpa menempatkan para pendukungnya dalam bahaya.

"Kita harus benar-benar bijaksana. Karena di atas segalanya yang paling penting itu kesehatan, bukan sekedar demokrasi yang hanya show of force menunjukkan kekuasaan politik," kata Prof Mahardika pada detikcom.

"Cukup datang ditemani 1-2 perwakilan pendukung ke KPU. Dengan demikian itu justru menunjukkan kepedulian. Bahwa mereka cerdas, menjalankan Pilkada yang aman," lanjutnya.

Prof Mahardika mengungkapkan situasi pandemi COVID-19 di Indonesia masih belum terkendali. Laporan menunjukkan tingkat kasus positif meningkat di beberapa daerah sampai fasilitas kesehatan terancam kewalahan.



Simak Video "Yang Harus Dilakukan Jika Tak Bisa Cium Bau Seperti Gejala Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)