Selasa, 08 Sep 2020 12:33 WIB

4 RS Lakukan Uji Klinis Fase 2-3 Terapi Plasma Darah bagi Pasien Corona

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
ERLANGEN, GERMANY - APRIL 27: A recovered Covid-19 patient donates blood plasma for research into Covid-19 antibodies at the medical researcher of the German Center for Immunity Therapy (das Deutsche Zentrum Immuntherapie, or DZI) at the University Hospital Erlangen during the novel coronavirus crisis on April 27, 2020 in Erlangen, Germany. The DZI is among several research facilities across Germany conducting research and tests over whether blood plasma that contains the antibodies from recovered Covid-19 patients might provide a therapy for other Covid-19 patients still battling with the disease. Germany currently has over 150,000 confirmed cases of Covid-19 infection, 103,000 people have recovered and approximately 6,000 people have died. (Photo by Alexander Hassenstein/Getty Images) Terapi plasma darah untuk pasien Corona. (Foto: Getty Images/Alexander Hassenstein)
Jakarta -

Indonesia bakal melakukan uji klinis terapi plasma darah atau plasma konvalesen sebagai upaya untuk mengobati pasien virus Corona. Uji klinis fase 2 dan 3 dilakukan untuk melihat aspek keamanan dan efikasi dari pemberian plasma darah dari pasien COVID-19 yang telah sembuh.

"Uji klinis yang kita lakukan ini termasuk uji klinik fase 2 dan 3 sekaligus karena tidak lagi kita terlalu mempersoalkan keamanannya karena memang terbukti aman, tapi tetap kita pantau. Saat ini kita menilai efikasinya," ujar peneliti dari Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman, Prof David H Muljono, dr, SpPD, FINASIM, PhD, dalam webinar yang diselenggarakan Balitbangkes, Selasa (8/9/2020).

Adapun rumah sakit yang berpartisipasi dalam uji klinis fase 2 dan 3 di antaranya:

  1. RS Fatmawati, Jakarta
  2. RS Hasan Sadikin, Bandung
  3. RSUD Sidoarjo
  4. RSAL Dr Ramelan, Surabaya

Pemberian plasma darah sendiri sudah dilakukan di berbagai negara dan memperlihatkan hasil yang cukup baik bagi pasien COVID-19. Di Indonesia, uji klinis tahap awal sudah dimulai di RSAD Gatot Subroto yang melibatkan beberapa pasien yang saat ini masih menunggu laporan hasil uji.

Prof David menyebut ada beberapa kriteria pasien Corona yang akan diberi terapi plasma darah. Pada uji klinis ini, terapi hanya diberikan pada pasien dengan rentang kondisi sedang sampai berat.

Tiap pasien akan diberikan 200ml plasma dari donor yang sembuh dan diberikan dua kali. Setelah itu kondisi pasien akan dipantau selama 28 hari dari saat pemberian pertama.

"Kita tidak memberikan ini untuk pencegahan. dalam studi ini kita juga mengklasifikasi pasien yang tidak boleh ikut seperti memiliki risiko cukup tinggi misal ada alergi atau beban cairan," pungkas Prof David.



Simak Video "9 Kandidat Vaksin Corona Jika Indonesia Resmi Bergabung COVAX"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/naf)