Rabu, 09 Sep 2020 20:36 WIB

Jika Tak PSBB Total, Anies Ramalkan RS di DKI Penuh 17 September

Firdaus Anwar - detikHealth
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan resmikan tugu peti mati korban COVID-19 di Jakarta Utara. Tugu peti mati itu dibuat sebagai peringatan akan bahaya COVID-19. DKI Jakarta akan kembali terapkan PSBB ketat. (Foto: Pradita Utama)
Jakarta -

Laju penularan virus Corona COVID-19 di DKI Jakarta kian mengkhawatirkan. Hal ini membuat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akhirnya mengambil keputusan menarik 'rem darurat' kembali menerapkan PSBB ketat.

Menurut Anies saat ini beban fasilitas kesehatan di Jakarta sudah mencapai ambang batas. Artinya jumlah pasien COVID-19 yang dirawat sudah hampir memenuhi 100 persen kapasitas rumah sakit (RS).

Menurut data yang dihimpun hingga 6 September 2020, sebanyak 83 persen tempat tidur ICU di 67 rumah sakit (RS) rujukan Corona sudah penuh. Sementara itu tempat tidur ruangan isolasi pada tanggal yang sama sudah terisi sekitar 77 persen.

Upaya meningkatkan kapasitas RS disebut Anies akan sia-sia bila tidak dibarengi dengan upaya pembatasan untuk menekan laju penularan. Jumlah penambahan kasus baru Corona di DKI saat ini jauh lebih tinggi dari penambahan kapasitas rumah sakit.

"Bila situasi ini berjalan terus, tidak ada pengereman, maka dari data yang kita miliki bisa dilihat proyeksi tanggal 17 September penuh sesudah itu tidak akan mampu menampung pasien COVID lagi," kata Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, lewat konferensi pers yang disiarkan kanal Pemprov DKI.

"Ya jangka pendek kita akan terus meningkatkan kapasitas, tapi bila tidak ada pembatasan ketat maka ini hanya sekedar mengulur waktu," lanjutnya.

Terakhir Anies kembali mengingatkan bahwa situasi di DKI Jakarta saat ini benar-benar darurat.



Simak Video "Dear Warga DKI, Tak Perlu Panic Buying Jelang PSBB Total Lagi..."
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)