Rabu, 09 Sep 2020 16:59 WIB

RS DKI Terancam Kolaps Sebelum Akhir Tahun, ICU Sudah Terisi 83 Persen

Firdaus Anwar - detikHealth
Man holding hand, giving support and comfort to woman, loved one sick in hospital bed. Foto: Getty Images/iStockphoto/kieferpix
Jakarta -

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta , dr Widyastuti, mengatakan penambahan harian kasus virus Corona COVID-19 saat ini semakin tidak terkendali. DKI Jakarta dalam beberapa hari terakhir terus mencatat di atas 1.000 kasus, dengan update terbaru pada hari Rabu (9/9/2020), di angka 1.004.

dr Widyastuti mengatakan tanpa dilakukan intervensi, dengan laju penambahan kasus seperti sekarang maka RS di DKI Jakarta diprediksi tidak akan sanggup bertahan hingga bulan Desember. Ada ancaman rumah sakit kolaps karena kapasitasnya tidak mampu menyaingi penambahan kasus.

"Dengan perhitungan angka-angka, kita enggak akan cukup. Perlu diambil rem darurat bukan hanya di DKI supaya bisa menghentikan pergerakan penularan yang luar biasa," kata dr Widyastuti dalam seminar online, Rabu (9/9/2020).

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjelaskan kondisinya saat ini tempat tidur di ruangan ICU 67 RS rujukan sudah terisi sampai 84 persen per 6 September 2020. Artinya pasien yang membutuhkan perawatan medis darurat atau intensif mungkin semakin sulit karena kapasitasnya hampir penuh.

Sementara itu tempat tidur di ruangan isolasi 67 RS rujukan sudah terisi hingga 77 persen.

dr Widyastuti menjelaskan saat ini pihaknya sedang berusaha untuk terus meningkatkan kapasitas rumah sakit. Salah satunya dengan membuka RSUD dan RS swasta baru sebagai rujukan serta berkoordinasi memindahkan pasien bergejala ringan ke RSD Wisma Atlet.

Dinkes DKI Jakarta berencana segera menambahkan 5.500 kapasitas tempat tidur di RS rujukan COVID-19. Hanya saja menurut dr Widyastuti ini tidak mudah karena sumber daya manusianya terbatas, meski sudah berusaha didatangkan juga tenaga kesehatan dari luar DKI.

"Ternyata yang lebih sulit adalah bagaimana menyiapkan SDM-nya itu nggak gampang, padahal DKI Jakarta," ungkapnya.



Simak Video "Dinkes Sebut OTG Corona di Jakarta Capai Angka 45 Persen"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)