Kamis, 10 Sep 2020 13:13 WIB

DKI Bakal PSBB Total, Ingat Jangan Panic Buying!

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
panic buying Hindari panic buying saat PSBB. (Foto ilustrasi: istimewa)
Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tarik rem darurat. Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) akan diberlakukan mulai 14 September mendatang dan mengakhiri PSBB transisi.

Saat masa PSBB, hanya beberapa aktivitas yang diperbolehkan. Tempat hiburan, kantor, kafe, dan beberapa area lain termasuk taman dan stadion akan ditutup. Semua orang akan kembali bekerja, beribadah, dan beraktivitas di rumah.

Salah satu hal yang diantisipasi saat masa PSBB kembali diberlakukan adalah jika warga menjadi panik dan menimbun bahan makanan. Pemprov DKI Jakarta pun mengimbau agar masyarakat tidak panic buying.

"Rantai pasokan pangan akan tetap terkendali, tidak perlu menimbun bahan pangan (panic buying)," tulis Pemprov DKI dalam panduan PSBB yang diterima detikcom, Kamis (10/9/2020).

Membeli bahan makanan secara berlebihan tak perlu dilakukan agar makanan tidak menumpuk dan akhirnya jadi mubazir. Spesialis gizi dari RS Pondok Indah dr Diana Suganda, MKes, SpGK, menyebut jika ingin belanja keperluan rumah tangga, khususnya bahan pangan, buat daftar belanja untuk seminggu ke depan.

"Satu minggu aja cukup dan nggak usah beli untuk persediaan selama sebulan nanti jadi nggak akan fresh," ucap dr Diana saat dihubungi detikcom beberapa waktu lalu.

Saat membeli bahan pangan, utamakan yang dapat memenuhi gizi seimbang. Gizi yang baik akan meningkatkan imunitas dan akan berpengaruh pada kemampuan tubuh melawan penyakit, dalam hal ini infeksi virus Corona COVID-19.

"Beli ayam, ikan, tahu, tempe, sayur-sayuran segar, dan bagi yang mampu bisa beli daging," ungkapnya.



Simak Video "Dear Warga DKI, Tak Perlu Panic Buying Jelang PSBB Total Lagi..."
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)