Jumat, 11 Sep 2020 17:04 WIB

Studi Sebut Virus Corona Berisiko Merusak Sel Otak Pasien

Ayunda Septiani - detikHealth
Doctor and patient using digital tablet Foto: iStock
Jakarta -

Virus Corona COVID-19 tidak hanya mengganggu saluran napas, sebuah penelitian menunjukkan virus Corona COVID-19 juga dapat merusak sel otak orang yang terinfeksi.

Dikutip dari laman Daily Mail, penelitian yang diterbitkan secara online ini menunjukkan virus Corona COVID-19 mereplikasi diri lalu menyedot oksigen dari sel otak yang terinfeksi, kemudian membunuh sel tersebut.

Infeksi virus Corona pada otak memang tidak membunuh pasien Corona COVID-19, tapi menurut peneliti tersebut, infeksi virus yang tidak terkendali dapat berisiko menyebabkan mati otak pada pasien Corona.

Ahli Imunologi Universitas Yale, Dr Akiko Iwasaki dan timnya menggunakan 'organoid' otak manusia, yaitu otak kecil yang tumbuh di laboratorium dan terbuat dari sel induk manusia serta tikus untuk mempelajari invasi virus Corona secara real time.

Dalam organoid tersebut, virus Corona COVID-19 tidak hanya mengambil alih sel otak yang terinfeksi tapi juga menyerang sel lainnya dengan kecepatan tinggi, atau biasa dikenal dengan istilah hipermetabolik.

"Keadaan hipermetabolik untuk sel yang terinfeksi SARS-CoV-2 dan menyoroti kemampuan SARS-CoV-2 untuk merusak sel otak untuk mereplikasi diri (menambah jumlah virus)," terang Dr Akiko.

Berdasarkan penelitian sebelumnya tentang COVID-19 dan otak, peneliti menemukan adanya tanda-tanda kekurangan oksigen di otak dan sel-sel di sekitarnya.

Seperti jaringan listrik sel otak bekerja secara cepat, saling menyala dan terhubung. Namun jika ada satu atau lebih sel yang mati dan tidak menyala maka akan mengganggu seluruh jaringan pada otak.

Selanjutnya jika virus semakin banyak menyerang sel otak dan mematikannya, maka bukan tidak mungkin seluruh jaringan listrik di otak bakal lumpuh atau mati otak.



Simak Video "Mari Lakukan Protokol Kesehatan untuk Membantu Sesama"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)