Sabtu, 12 Sep 2020 09:32 WIB

Terpopuler Sepekan: RI yang 'Di-lockdown' Negara Lain karena COVID-19

Firdaus Anwar - detikHealth
Mother picking backpack from security counter while standing by daughters. Family is with luggage at airport terminal. They are going on vacation. Foto: iStock
Jakarta -

Topik penolakan warga negara Indonesia di luar negeri sempat ramai dibahas. Malaysia diketahui menutup pintu bagi warga Indonesia mulai 7 September 2020, sementara Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) mengeluarkan peringatan level 3 bagi warganya yang ingin terbang ke Indonesia.

"Bila Anda sampai jatuh sakit di Indonesia, sumber daya yang ada mungkin terbatas. Buat rencana dengan matang dan pelajari bagaimana cara mendapat layanan kesehatan di luar negeri," tulis CDC dalam situs resminya.

dr Masdalina Pane dari Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) menjelaskan alasan mengapa banyak negara yang melarang warga negaranya mengunjungi Indonesia atau dikunjungi warga Indonesia, salah satunya karena perkembangan wabah Corona di Indonesia. Sejauh ini grafik kasus di Indonesia sama sekali belum menunjukkan penurunan.

"Kalau dilihat di grafik, hanya Indonesia dan India yg belum menunjukkan penurunan jumlah kasus, bahkan angka kematian Indonesia melebihi angka kematian global. Ini cukup mengerikan bagi negara lain," kata dr Pane beberapa waktu lalu.

"Dan upaya pengendalian yang dilakukan sama sekali tidak memenuhi kaidah-kaidah standar dalam epidemiologi," lanjutnya.

Juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito menjelaskan upaya pembatasan ini wajar dilakukan negara-negara untuk menekan pandemi virus Corona COVID-19. Indonesia juga menerapkan hal serupa dengan menolak masuk warga negara asing selama wabah COVID-19.

"Kami mohon pengertian pada seluruh warga Indonesia agar dapat menjaga daerahnya masing-masing. Mobilitasnya dibatasi hanya melakukan perjalanan yang esensial saja dan betul-betul melaksanakan protokol kesehatan," kata Wiku.



Simak Video "Upaya China Cegah Warga Kelaparan di Tengah Lockdown Ketat"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)