Posisi tidur favorit tiap individu tentu berbeda-beda tergantung selera dan kenyamanan. Namun sebuah survei mengungkap, status ekonomi seseorang juga turut mempengaruhi. Seperti apa posisi tidur favorit orang-orang kaya?
Untuk mengungkapnya, sebuah survei dilakukan oleh sebuah sebuah situs jual beli online terhadap 5.000 profesional di Inggris. Survei ini mengamati perilaku tidur para partisipan lalu membandingkannya dengan kondisi ekonominya.
"Tidur kurang berkualitas berhubungan dengan performa di siang hari, dan ini termasuk kehidupan profesional," kata Christabel Majendie, pakar kesehatan tidur dari Naturalmat, dikutip dari Dailymail, Minggu (13/9/2020).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasil survei mengungkap, 29 persen profesional dengan penghasilan di atas 54.900 pounsterling (sekitar Rp 1 miliar) pertahun memilih tidur dengan posisi kaki dan tangan terbentang. Posisi ini dikenal dengan istilah 'freefall' karena mirip posisi terjun bebas.
Survei ini juga mengungkap bahwa orang-orang kaya cenderung tidur lebih lama dibanding yang lebih miskin. Data menunjukkan profesional di kelompok penghasilan tertinggi tidur 6 jam 58 menit sehari, 22 menit leih lama dibanding kelompok berpenghasilan paling rendah.
Soal pola tidur, survei ini mengungkap bahwa rata-rata para pekerja bangun pada pukul 7:06 di hari kerja. Pada kelompok berpenghasilan paling tinggi, 10 persen di antaranya bangun pada pukul 6:42.
(up/up)











































