Minggu, 13 Sep 2020 09:42 WIB

5 Fakta 'Pil Biru', Obat Kuat yang Hiasi Helm Valentino Rossi

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Helm Pil Biru Valentino Rossi di Misano 2020 Grafis 'pil biru' di helm Valentino Rossi (Foto: Instagram @agvhelmets)
Jakarta -

Penampilan pebalap nyentrik Valentino Rossi bakal berbeda dalam gelaran MotoGP di Misano, Italia. Ia mengenakan helm khusus dengan grafis 'pil biru' terlukis di permukaannya.

Desainer helm MotoGP Aldo Drudi menjelaskan makna pil biru yang identik dengan sildenafil alias viagra tersebut. Menurut Drudi, grafis pil biru tersebut menggambarkan Rossi yang butuh 'dorongan' di usianya yang sudah 41 tahun.

Walau identik dengan disfungsi ereksi, pil biru pada awalnya justru dibuat untuk gangguan jantung lho. Berikut ini beberapa fakta unik seputar pil biru yang sering terlupakan, dikutip dari Livescience.

1. Awalnya dibuat untuk nyeri dada

Pil biru alias sildenafil pertama kali dibuat pada 1980 untuk mengatasi angina, yakni nyeri dada akibat berkurangnya aliran darah ke jantung. Namun dalam pengujian, para relawan mengalami efek samping yang menggembirakan, yakni mengalami ereksi yang lebih kuat.

Riset lain pada masa itu mengungkap bahwa target molekular sildenafil mungkin berperan penting pada proses ereksi. Sejak saat itu, sildenafil lalu dikembangkan sebagai terapi untuk disfungsi ereksi.

2. Bekerja pada enzim di Mr P

Di tingkat molekuler, sildenafil menghambat pelepasan enzim yang disebut phosphodiesterase 5 (PDE5). Enzim ini ditemukan di berbagai jaringan tubuh, termasuk penis, dan berfungsi mengatur aliran darah. Menghambat enzim ini akan membuat aliran darah ke Mr P jadi lebih lancar sehingga ereksi makin 'greng'.

3. Bukan obat perangsang!

Seringkali, viagra atau sildenafil dianggap sebagai obat perangsang. Walaupun sama-sama berhubungan dengan ereksi, obat ini sama sekali bukan pembangkit libido. Mengonsumsi obat ini juga tidak serta merta memicu ereksi, tetap butuh rangsang seksual agar Mr P mau berdiri. Pil biru hanya membuat aliran darah jadi lebih lancar, sehingga ereksi lebih optimal.

4. Tidak untuk semua orang

Tidak semua pria dengan masalah ereksi harus minum pil biru. Pria yang sedang mengonsumsi obat tertentu justru dilarang minum viagra karena bisa memicu gangguan jantung dan sistem peredaran darah.

5. Multifungsi

Pil biru bukan cuma untuk obat kuat. Sesuai tujuan awal obat ini diciptakan, pil biru juga masih dipakai untuk mengatasi masalah jantung dan peredaran darah. Tentunya atas petunjuk dan pemeriksaan oleh dokter ahli. Beberapa kondisi yang diterapi dengan pil biru antara lain pulmonary arterial hypertension atau hipertensi paru.



Simak Video "9 Kandidat Vaksin Corona Jika Indonesia Resmi Bergabung COVAX"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)