Senin, 14 Sep 2020 11:15 WIB

Kata Pakar Soal Dugaan Virus Corona Menular Lewat Makanan

Ayunda Septiani - detikHealth
Ikan Salmon di Beijing Benarkah virus Corona COVID-19 bisa menular lewat makanan? (Foto: Global Times/AFP)
Jakarta -

Sebelumnya sebuah studi menemukan jejak Corona pada makanan beku. Sebenarnya bisa tidak sih virus Corona menular lewat makanan?

Sejumlah peneliti meragukan kemungkinan akan penularan virus Corona COVID-19 dari makanan. Makanan dinilai sangat tidak mungkin menjadi sumber kontaminasi infeksi virus Corona COVID-19.

The International Commission on Microbiological Specifications for Foods (ICMSF) mengatakan bahwa bukti bahwa virus Corona bisa mengkontaminasi makanan atau kemasan sangat sedikit.

Temuan tersebut selaras dengan laporan sebelumnya dari Food and Drug Administration (FDA) yang menyebutkan bahwa tidak ada risiko nyata terinfeksi virus Corona COVID-19 dari makanan atau kemasannya.

"Sampai saat ini, belum ada bukti bahwa makanan, kemasan makanan, atau cara penanganan makanan menjadi sumber atau jalur penularan COVID-19," tulis ICMSF, dalam sebuah pernyataan, dikutip dari laman CNN.

ICMSF mengajak masyarakat agar tetap tenang. Mereka mengatakan, tidak ada makanan yang harus dianggap sebagai risiko penularan COVID-19.

"Meski kemungkinan orang bisa makan sesuatu yang terkontaminasi virus Corona itu ada, tapi kami tak pernah melihat kasus seperti itu," tambah ICMSF.

Meski demikian, masyarakat tetap diajak untuk selalu menerapkan praktik kebersihan makanan yang baik.

Kekhawatiran atas penularan COVID-19 melalui makanan dimulai pada bulan Maret 2020 lalu. Sebuah penelitian yang diterbitkan pada New England Journal of Medicine menemukan virus Corona COVID-19 dapat terdeteksi pada sejumlah jenis permukaan dalam beberapa lama.

"Apa yang ditunjukkan penelitian ini adalah bahwa dalam kondisi tertentu di laboratorium, virus Corona COVID-19 dapat dideteksi hingga tiga jam dalam aerosol, hingga empat jam pada tembaga, hingga 24 jam pada karton, dan hingga tiga hari pada plastik serta baja tahan karat," papar Jamie Lloyd Smith, seorang ilmuwan yang mempelajari berapa lama virus corona dapat bertahan di berbagai permukaan.

Namun, penelitian tersebut tidak memperhitungkan faktor-faktor lain yang dapat membantu menonaktifkan virus seperti sinar matahari atau cairan disinfektan.

Sebagian besar ahli sepakat bahwa pola hidup bersih tetap menjadi yang terpenting dalam rangka pencegahan COVID-19. Rajin mencuci tangan, menjaga jarak fisik, dan pakai masker adalah cara terbaik untuk memastikan keamanan.



Simak Video "Siapkah Indonesia Hadapi Varian Corona yang Lebih Ganas?"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)