Senin, 14 Sep 2020 12:39 WIB

Kasus Penusukan Ali Jaber, Ini 10 Makanan Penyembuh Luka

Tim detikcom - detikHealth
Syekh Ali Jaber di Kampung Melayu Foto: Akhmad Mustaqim/ detikcom/Kasus Penusukan Ali Jaber, Ini 10 Makanan Penyembuh Luka
Jakarta -

Ulama dan pendakwah Syekh Ali Jaber ditusuk oleh seorang pemuda tak dikenal berinisial AA (24) di Lampung pada Minggu (13/9/2020). Dia pun mendapat 10 jahitan di bagian dalam dan luar tangan kanannya.

Syekh Ali Jaber mengaku bersyukur karena lehernya yang menjadi incaran pelaku tidak jadi tertusuk. Dia berhasil menangkisnya dengan tangan.

Saat tubuh terluka, selain obat, makanan dapat membantu menyembuhkan luka. Makanan termasuk buah-buahan, sayuran, lemak sehat, dan sumber protein, telah terbukti mengurangi peradangan, meningkatkan fungsi kekebalan tubuh, meningkatkan penyembuhan, dan menyediakan bahan bakar yang diperlukan agar Anda sembuh.

Berikut 10 makanan penyembuh luka seperti dilansir Healthline:

1. Sayuran Berdaun Hijau

Sayuran berdaun hijau seperti kangkung, bayam, arugula, sawi, dan lobak Swiss dikemas dengan nutrisi yang mengurangi peradangan, meningkatkan fungsi kekebalan, dan meningkatkan penyembuhan luka. Sayuran itu merupakan pilihan yang tepat untuk mempercepat pemulihan.

Sayuran hijau kaya akan vitamin C, mangan, magnesium, folat, dan provitamin A. Semuanya penting untuk fungsi kekebalan tubuh dan kesehatan secara keseluruhan. Sayuran hijau juga kaya akan antioksidan polifenol yang memiliki sifat anti-inflamasi dan penunjang kekebalan tubuh.

Terlebih lagi, vitamin C sangat penting untuk penyembuhan luka. Karena itu, sayuran hijau sebagai pilihan yang baik saat memulihkan diri setelah operasi.

2. Telur

Telur tidak hanya merupakan sumber protein yang sangat mudah diserap. Tetapi telur juga nutrisi yang mendukung kesehatan kekebalan dan penyembuhan luka.

Telur utuh mengandung vitamin A dan B12, serta seng, zat besi, dan selenium. Semuanya memainkan peran kekebalan yang penting.

3. Salmon

Salmon dikemas dengan protein, vitamin B, selenium, zat besi, seng, dan lemak omega-3. Terlebih lagi, penelitian menunjukkan bahwa lemak omega-3 dapat meningkatkan penyembuhan luka, meningkatkan respons kekebalan, dan mengurangi peradangan saat dikonsumsi dalam bentuk suplemen.


4. Buah Beri

Buah beri kaya akan nutrisi dan senyawa tanaman yang dapat membantu mendukung pemulihan tubuh Anda. Misalnya, buah beri memberikan banyak vitamin C, yang mendorong penyembuhan luka dengan merangsang produksi kolagen, protein paling melimpah di tubuh Anda.

Buah itu juga mengemas antioksidan seperti antosianin, pigmen tumbuhan yang memberi warna cerah pada buah, selain memberikan efek anti-inflamasi, antivirus, dan penunjang kekebalan.

5. Kacang dan Biji-bijian

Kacang-kacangan dan biji-bijian seperti almond, pecan, walnut, biji bunga matahari, dan biji rami adalah pilihan yang bagus untuk mengisi bahan bakar tubuh Anda selama proses pemulihan. Makanan ini mengandung protein nabati, lemak sehat, serta vitamin dan mineral yang mendukung penyembuhan.

Kacang-kacangan dan biji-bijian juga merupakan sumber seng, vitamin E, mangan, dan magnesium yang baik. Vitamin E bertindak sebagai antioksidan dalam tubuh Anda, melindungi dari kerusakan sel. Ini juga penting untuk kekebalan tubuh.

Beberapa penelitian mencatat bahwa kadar vitamin E yang sehat dapat meningkatkan fungsi sel kekebalan pelindung, seperti sel pembunuh alami, yang membantu melawan infeksi dan penyakit.

6. Unggas

Asam amino spesifik, yang merupakan bahan penyusun protein, memainkan peran penting dalam penyembuhan luka dan fungsi kekebalan tubuh. Unggas, termasuk ayam dan kalkun, merupakan makanan yang dapat membantu pemulihan dan penyembuhan luka. Unggas juga mengandung glutamin dan arginin.

Glutamin memberikan perlindungan seluler selama masa stres, seperti sakit dan cedera, sementara arginin membantu produksi kolagen dan penyembuhan luka.

7. Daging Organ

Daging organ atau jeroan adalah beberapa makanan paling bergizi yang bisa Anda makan selama menyembuhkan luka. Makanan itu membutuhkan banyak nutrisi pendukung kekebalan, termasuk vitamin A, zat besi, seng, vitamin B, dan tembaga, yang dibutuhkan untuk produksi jaringan ikat dan kolagen.

Vitamin A, yang penting untuk merespons sel kekebalan yang tepat, membantu menghambat sel-sel inflamasi dan penting untuk kesehatan kulit dan penyembuhan luka. Selain itu, jeroan merupakan sumber protein yang sangat baik, yang diperlukan untuk pemulihan setelah sakit.

8. Sayuran Kucifer

Sayuran kucifer seperti kembang kol, brokoli, kubis Brussel, dan kangkung terkenal akan manfaat kesehatannya. Sayuran itu dapat mendukung pemulihan penyembuhan luka berkat berbagai vitamin, mineral, dan antioksidannya.

Sayuran kucifer mengandung glukosinolat, yang merupakan senyawa yang diubah tubuh Anda menjadi isothiocyanate. Isothiocyanates telah terbukti meningkatkan kesehatan kekebalan dengan menekan peradangan, mengaktifkan pertahanan kekebalan, dan menyebabkan kematian pada sel yang terinfeksi.

Ditambah lagi, sayuran ini mengemas berbagai nutrisi yang dibutuhkan tubuh Anda selama pemulihan, seperti vitamin C dan vitamin B.

9. Kerang

Kerang sarat dengan nutrisi, terutama seng, yang dapat mempercepat penyembuhan luka. Seng penting untuk mengatasi kekebalan tubuh. Mineral ini juga dapat membantu mempercepat pemulihan dan meningkatkan penyembuhan luka.


10. Ubi Jalar

Makan makanan yang sehat dan tinggi karbohidrat, seperti ubi merupakan makanan penyembuh luka. Karbohidrat tidak hanya menyediakan energi yang dibutuhkan sel Anda untuk penyembuhan, tetapi juga enzim seperti hexokinase dan sitrat sintase, yang membantu dalam perbaikan luka.

Faktanya, asupan karbohidrat yang tidak memadai dapat mengganggu penyembuhan luka dan memperlambat pemulihan.

Ubi jalar adalah sumber karbohidrat bergizi yang dikemas dengan senyawa tanaman anti-inflamasi, vitamin, dan mineral - termasuk vitamin C, karotenoid, dan mangan - yang dapat mengoptimalkan respons kekebalan dan membantu tubuh Anda pulih.

Selain mengikuti pola makan sehat yang penuh dengan makanan padat nutrisi, gaya hidup lainnya dapat meningkatkan penyembuhan. Istirahat sangat penting saat memulihkan diri dari penyakit, cidera, atau pembedahan. Plus, tidur yang cukup mendukung proses perbaikan tubuh Anda.

Faktanya, kurang tidur dapat mengganggu fungsi kekebalan dan memperlambat pemulihan. Hidrasi juga penting untuk penyembuhan dan pemulihan, terutama perawatan luka yang tepat. Selain itu, Anda harus menghindari merokok dan alkohol selama pemulihan dari penyakit atau cedera. Merokok dan minum dapat memperlambat pemulihan, mengganggu penyembuhan luka, dan menekan sistem kekebalan Anda.



Simak Video "Manfaat Susu dan Telur untuk Tingkatkan Imunitas"
[Gambas:Video 20detik]
(nwy/erd)