Selasa, 15 Sep 2020 05:03 WIB

5 Mitos COVID-19 yang Masih Saja Beredar Meski Sudah Banyak Dibantah

Defara Millenia Romadhona - detikHealth
Folder of Coronavirus covid19 2019 nCoV outbreak Virus Corona COVID-19 (Foto: Getty Images/iStockphoto/oonal)
Jakarta -

Salah satu penyebab penyebab keresahan terkait COVID-19 adalah banyaknya mitos yang beredar. Ada yang bikin panik berlebihan, dan sebaliknya ada juga yang malah bikin abai.

Sejujurnya, virus Corona COVID-19 adalah sesuatu yang relatif baru sehingga pengetahuan tentang hal itu masih terbatas dan terus berkembang. Banyak yang semula dianggap salah, belakangan diketahui ternyata benar. Begitu pula sebaliknya.

Namun ada hal-hal yang memang sudah bisa dipastikan oleh para pakar. Hal-hal yang untuk saat ini dikategorikan sebagai mitos antara lain sebagai berikut:

1. Mitos: termometer bisa mendeteksi COVID-19

Termometer tidak bisa mendeteksi COVID-19. Termometer hanya mendeteksi suhu tubuh. Meskipun seseorang demam bukan berarti terkena COVID-19, karena banyak penyebab seseorang terkena demam. Namun demam bisa menjadi salah satu gejala infeksi, meskipun banyak juga yang tidak bergejala.

2. Mitos: jamu bisa melawan COVID-19

Kepala Balai Besar Litbang Tanaman Obat dan Obat Tradisional Kementerian Kesehatan, Akhmad Saikhu, dikutip dari CNN, menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada ramuan jamu yang ditetapkan sebagai obat virus Corona COVID-19.

3. Mitos: menyemprot klorin membunuh virus di dalam tubuh

Menyemprotkan alkohol atau klorin pada tubuh tidak dapat membunuh virus yang terdapat di dalam tubuh. Justru menyemprot alkohol atau klorin ke tubuh dapat membahayakan. Terutama jika masuk ke mata atau mulut dan bisa menyebabkan iritasi kulit.

4. Mitos: menular melalui gigitan nyamuk

Belum ada penelitian yang membuktikan OVID-19 menular melalui gigitan nyamuk. Pada dasarnya, virus menyebar melalui cairan dari seseorang yang terinfeksi COVID-19, seperti saat mereka batuk atau bersin.

5. Mitos: menular dari barang dari China

Para pakar mengatakan kemampuan virus bertahan hidup di permukaan seperti produk atau kemasan yang dikirim selama beberapa hari atau minggu sangat rendah. Sebab, virus corona akan mati kurun waktu 24 jam jika berada di luar tubuh manusia.



Simak Video "Dear Warga Indonesia, Yuk Lakukan 3W Agar Terhindar Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)