Kamis, 17 Sep 2020 08:30 WIB

Oxford Ungkap Hasil Investigasi Penyakit 'Misterius' Relawan Uji Vaksin

Firdaus Anwar - detikHealth
The organs of the central nervous system (brain and spinal cord) are covered by 3 connective tissue layers collectively called the meninges. Oxford mengungkap hasil investigasi terkait penyakit misterius yang dialami oleh relawan vaksin Corona. (Foto: thinkstock)
Jakarta -

Uji klinis vaksin Corona COVID-19 yang dikembangkan Oxford-AstraZeneca sempat dihentikan sementara karena ada relawan yang jatuh sakit secara misterius. Diketahui satu orang mengalami gejala neurologis terkait gangguan peradangan langka yang disebut transverse myelitis.

Terkait hal tersebut, pihak kampus Oxford belakangan mengunggah dokumen yang menjelaskan informasi terkait relawan. Hasil investigasi melihat penyakit itu kemungkinan tidak berkaitan dengan pemberian vaksin.

"Setelah tinjauan independen, penyakit dianggap tidak berhubungan dengan vaksin atau tidak cukup bukti untuk memastikan hubungan di antara keduanya," tulis dokumen seperti dikutip dari Reuters, Kamis (17/9/2020).

Uji klinis vaksin kini sudah kembali dilanjutkan di Inggris, Brasil, dan Afrika Selatan. Namun, Amerika Serikat diketahui belum mau melanjutkannya.

Transverse mielitis dapat menyebabkan cedera tulang belakang. Gejalanya mulai dari rasa lemah pada bagian tangan atau kaki, nyeri, hingga sensasi abnormal mulai dari mati rasa, kesemutan, hingga terbakar.

Biasanya transverse mielitis dikaitkan dengan infeksi virus.



Simak Video "Relawan Sakit, Uji Final Calon Vaksin di Inggris Ditunda"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)