Sabtu, 19 Sep 2020 12:00 WIB

Terpopuler Sepekan: Viral Ditilang Tak Pakai Masker Saat di Mobil

Ayunda Septiani - detikHealth
Polisi melakukan imbauan kepada pengendara mobil untuk dapat mematuhi penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di kawasan Menteng, Jakarta (11/4/2020). Iimbauan ini dilakukan agar masyarakat menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) selama 14 hari, yang salah satu aturannya adalah pembatasan penumpang kendaraan serta anjuran untuk menggunakan masker jika berkendara. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/hp. Viral ditilang karena copot masker di mobil. (Foto: ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI)
Jakarta -

Beberapa waktu lalu viral di media sosial cerita soal pengemudi mobil yang ditilang karena tidak pakai masker di DKI Jakarta. Hal ini pun menjadi perhatian karena ada pendapat seharusnya masker tidak wajib dipakai apabila seorang berkendara sendirian di dalam mobil.

Ketentuan menggunakan masker di dalam mobil sebenarnya sudah diatur lewat Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 88 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar. Dalam pasal 18 ayat (4) disebutkan bahwa masyarakat DKI yang menggunakan mobil pribadi diwajibkan untuk memakai masker.

Sebagai upaya untuk memutus penularan COVID-19, setiap warga DKI Jakarta diharuskan untuk mengenakan masker dengan cara yang tepat yaitu dengan menutup hidung, mulut, serta dagu saat keluar rumah dan saat menggunakan kendaraan bermotor. Jika ada yang melanggar ketentuan tersebut, mereka akan dikenakan sanksi sosial selama satu jam atau denda paling banyak Rp 250 ribu dan ini dilakukan secara berjenjang.

"Pelanggaran pertama, pelanggaran kedua dendanya menjadi lebih tinggi. Atau denda untuk masker Rp 250 ribu, bila berulang menjadi Rp 500 ribu dan seterusnya," papar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan beberapa waktu lalu.

Seberapa besar risiko penularan COVID-19 di mobil?

Ahli paru dari RS Persahabatan, dr Erlang Samoedro, SpP, mengatakan risiko penularan virus Corona COVID-19 saat sendirian di dalam mobil terbilang sangat kecil. dr Erlang pun menegaskan selama tidak ada orang lain di sekitar berarti aman dari paparan Corona.

"Paparan virus dari orang jadi bila tidak ada orang lain berarti tidak ada paparan. Jadi aman kalau nggak ada orang lain," sebut dr Erlang saat dihubungi detikcom Kamis (17/9/2020).

dr Erlang menambahkan, paparan COVID-19 dari seseorang yang perlu dihindari. "Yang penting paparan dari orang ya jadi yang dihindari orangnya," tambah dr Erlang.

Selain itu, Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito juga ikut menanggapi hal tersebut. Wiku pun menegaskan agar masyarakat menerima peraturan pemakaian masker saat berkendara. Prof Wiku mengatakan peraturan tersebut adalah sebagian dari upaya untuk melindungi masyarakat dari penularan virus Corona COVID-19.

"Jadi mohon agar bisa mengikuti peraturan tersebut. Karena itu adalah sebagian upaya yang melindungi kita atau seluruh masyarakat agar tidak tertular," pungkasnya.



Simak Video "Masker Katup Tak Mampu Tangkal Penularan Covid-19 "
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)