Sabtu, 19 Sep 2020 18:13 WIB

Cerita Satu Keluarga Jadi Relawan Vaksin COVID-19 Sinovac di Bandung

Siti Fatimah - detikHealth
Virus corona: Para pemimpin dunia sepakat galang Rp120 triliun demi ciptakan vaksin virus corona Ilustrasi vaksin Corona. (Foto: BBC World)
Jakarta -

Fery Achmad Firdaus (51), salah satu dari ribuan orang yang mendaftarkan diri dalam uji klinis Vaksin Sinovac di Bandung. Tidak hanya sendiri, Fery juga didampingi anak dan istrinya yang turut menjadi relawan vaksin ini.

Awalnya mereka mendaftar pada 7 Agustus 2020 lalu, kemudian dinyatakan sehat dan dapat mengikuti uji klinis. Fery mengatakan, motivasinya menjadi relawan karena ingin berkontribusi dalam penanggulangan wabah COVID-19 ini.

"Ingin segera mendapatkan vaksin secara gratis dan ingin berkontribusi memberikan sesuatu yang berharga kepada negara sebagai warga negara yang baik," katanya saat dihubungi beberapa saat lalu.

Saat pemberian vaksin kedua, kata dia, sempat mengalami efek samping. Namun baginya, efek samping yang dirasakan tidak terlalu berarti dan masih dapat menjalani aktivitas sehari-hari seperti biasanya.

"Sebetulnya ada efek sampingnya tapi bagi saya tidak dirasakan mengganggu, (karena pernah juga diimunisasi vaksin waktu akan ber-umroh dan ber-haji dulu) yah biasa saja agak demam sedikit, ngantuk, lemas dan sering merasa lapar," tuturnya.

Sama halnya yang terjadi pada anak dan istrinya, "Istri dan anak saya juga merasakan hal yang sama (efek samping)," tambahnya.

Perihal asuransi kesehatan yang diberikan bagi seluruh relawan, Fery mengaku belum menggunakan jaminan tersebut. "Jaminan kesehatan belum digunakan karena tidak merasakan apa-apa yang cukup berarti," tambah Fery.

Selama mengikuti uji klinis, Fery mendapatkan pemahaman yang cukup seperti tidak diperkenankan bepergian ke luar kota selama enam bulan. Hal tersebut yang ia lakukan bersama dengan anak dan istrinya.

Meskipun sempat mengalami efek samping, dia mengatakan, saat ini keluarganya dalam kondisi yang baik dan tidak mengeluhkan apapun setelah suntik vaksin terakhir kali pada 31 Agustus 2020 lalu.

"Alhamdulillah mereka baik-baik semua. Tidak mengeluhkan apa-apa," pungkasnya.



Simak Video "Uji Vaksin Corona Sinovac: 90% Lebih Hasilkan Antibodi "
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)