Minggu, 20 Sep 2020 10:31 WIB

Sederet Kesalahan Pakai Masker yang Bikin Tak Efektif Cegah Corona

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Pakai masker di bawah hidung Foto ilustrasi: Istock
Topik Hangat Masker Scuba Dilarang?
Jakarta -

Masker menjadi barang wajib yang perlu dipakai saat pandemi Corona. Selain menjaga jarak dan cuci tangan, masker menjadi salah satu upaya untuk mencegah penularan Corona.

Namun, ada beberapa kesalahan saat memakai masker yang kerap kali tidak disadari. Seperti contohnya, memakai masker yang terlalu longgar. Agar tidak sia-sia memakai masker, catat sederet kesalahan yang membuat masker menjadi tak efektif cegah Corona seperti berikut.

1. Memakai masker di bawah dagu

Masker menjadi tidak efektif cegah penularan Corona jika dipakai di bawah dagu. Pasalnya, banyak orang menurunkan masker ke bawah dagu saat mengobrol, makan, minum, maupun saat berolahraga.

Achmad Yurianto yang kala itu masih menjadi juru bicara pemerintah untuk penanganan virus Corona COVID-19, menyebut penggunaan masker di dagu sama saja mencemari bagian dalam masker yang akan membawakan penyakit, yang mungkin menempel di dagu. Tidak sedikit orang yang memakai masker di dagu karena merasa maskernya tidak nyaman.

"Jadi maker yang tidak nyaman akan membuat orang menjadi tidak bertahan lama menggunakan masker, oleh karena itu pilihlah masker yang nyaman. Masker yang masih memberikan ruang di antara masker dengan lubang hidung ada ruang, sehingga kita bernapas dengan baik," ucap Yurianto.

2. Masker hanya menutupi lubang hidung

Mungkin kamu berpikir bahwa menggunakan masker sebenarnya hanya untuk melindungi sekitar lubang hidung dan mulut saja. Oleh sebab itu, kamu sering menurunkan masker sampai bagian lubang hidung.

Seharusnya, masker digunakan untuk menutupi keseluruhan bagian ujung hidung sampai dagu. Organisasi Kesehatan Dunia (WH0) menyarankan agar setiap orang yang menggunakan masker harus selalu memastikan bagian ujung hidung, mulut, dan dagunya, tertutup rapat tanpa ada celah.

"Virus yang diproduksi di hidung kemudian didistribusikan ke jaringan penciuman di atap hidung yang menyebabkan hilangnya bau. Lalu ke mulut, menginfeksi kelenjar ludah dan menghasilkan gejala mulut kering, dan ke paru-paru tempat mereka menyebabkan pneumonia yang berujung sesak nafas hingga kematian. Jadi masker harus melindungi hidung agar efektif mencegah penularan dan penyebaran COVID-19," ungkap sebuah studi di University of North Carolina (UNC).

3. Memakai masker yang terlalu longgar

Masker yang terlalu longgar tentu memberikan banyak ruang udara masuk ke dalam. Adanya potensi penularan Corona melalui airborne membuat kamu perlu waspada jika memakai masker terlalu longgar.

4. Masker yang berongga

Hindari pemakaian masker berbahan tipis dan memiliki banyak rongga. Masker seperti ini tak akan efektif cegah penularan Corona. Upayakan masker memiliki setidaknya tiga lapisan dan rapat saat dipakai.

Masker yang sangat disarankan untuk mencegah virus Corona adalah masker dengan beberapa lapisan dan rapat. Hindari pemakaian masker yang berbahan tipis dan memiliki banyak rongga (seperti jaring kecil). Ini sama sekali tidak akan membantu kamu mencegah virus untuk masuk ke dalam tubuh.

5. Masker hanya menutupi lubang hidung

Virus Corona diketahui bisa masuk ke dalam tubuh melalui hidung dan mulut. Tapi, bukan berarti masker yang digunakan itu harus menutupi lubang hidung saja.

Masker yang digunakan harus menutupi seluruh bagian, dari ujung hidung sampai ke dagu. Berdasarkan video berjudul 'How To Wear A Medical Mask', Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan orang-orang untuk menggunakan masker dari bagian ujung hidung, mulut, dan dagu sampai tertutup rapat tanpa celah.

6. Memakai masker medis terbalik

Pada masker medis, terdapat kawat di satu bagiannya. Kawat itu harus ditempatkan di ujung hidung yang berfungsi untuk menahan masker agar tetap menempel pada hidung. Selain itu, kawat tersebut bisa ditekuk dan disesuaikan dengan ukuran hidung kamu. Jadi, tempatkan kawatnya di hidung ya, bukan di dagu.

7. Sisi masker yang salah

Perhatikan lagi dua sisi pada masker. Masker memiliki sisi dalam dan luar, jika salah memakai tanpa melihat sisi yang tepat tentu potensi penularan virus Corona menjadi lebih besar.

8. Masker basah dan kotor

Rutin mengganti masker penting untuk dilakukan. Minimal gantilah masker setelah 4 jam dipakai. Selain meminimalisir risiko penularan Corona, rutin mengganti masker bisa membuat kamu nyaman.

9. Terlalu sering menyentuh masker

Pada bagian luar masker pasti banyak virus yang menempel. Jika kamu terlalu sering menyentuhnya dengan tangan, bisa jadi virus yang menempel pada masker bisa menyebar ke mana-mana.



Simak Video "Masker Katup Tak Mampu Tangkal Penularan Covid-19 "
[Gambas:Video 20detik]
(naf/kna)
Topik Hangat Masker Scuba Dilarang?