Senin, 21 Sep 2020 13:30 WIB

Kata Anker soal Larangan Masker Scuba-Buff yang Berlaku Hari Ini

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Pihak Comuter Line menerapkan physical distancing di gerbong kereta. Para penumpang harus menjaga jarak satu dengan lainnya. Masker scuba dan masker buff dilarang digunakan di dalam KRL. (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta -

Masker scuba dan masker buff kini sudah tidak boleh digunakan dalam KRL. Ini dilakukan demi meminimalisir penularan virus Corona COVID-19 lewat droplet.

"Menurut saya sih bagus ya, soalnya kan kalau pakai masker yang tiga lapis dan medis kan dia lebih nyaring gitu ya si-udaranya jadi nggak apa-apa sih," ucap Reza (30), pengguna KRL Bogor-Jakarta, di Stasiun Cawang, Jakarta Selatan, Senin (21/9/2020).

Sementara pengguna lain bernama Dodo (32) mengaku masih menggunakan masker scuba hanya untuk melapisi masker kain yang ia kenakan. "Saya kalau scuba memang hanya untuk ngelapisin masker ini (masker kain) aja biar double, bukan buat utamanya," ucap Dodo dalam wawancara terpisah di Stasiun Cawang.

"Karena nggak efektif ya soalnya dia (masker scuba) tipis banget satu layer doang," tambahnya.

Mengingat hari ini, Senin (21/9/2020), penggunaan masker scuba dan masker buff dilarang dalam KRL, para petugas pun tak segan-segan meminta penumpang untuk membeli masker kain berbahan 3 lapis atau masker bedah di luar stasiun terlebih dahulu atau tidak diperkenankan masuk.

Hal ini pun dirasakan oleh Edi (35), salah satu pengguna KRL Bogor-Jakarta, ia tidak diperkenankan masuk ke dalam stasiun oleh petugas karena kedapatan masih menggunakan masker scuba.

"Iya disuruh beli, jadi memang harusnya pakai standar saya juga ngerti sih, cuman kan sementara saya pakai ini dulu (scuba) karena dari rumah nggak ada jadi disuruh beli yang ini (masker bedah) buat jaga-jaga. Tapi nggak apa-apa emang standarnya di sana begini sih bagus," ujar Edi di Stasiun Bojong Gede, Bogor.



Simak Video "Masker Buff dan Scuba Tak Disarankan Dipakai di KRL, Ini Alasannya"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)