Senin, 21 Sep 2020 13:45 WIB

Jadi Klaster Kementerian dengan Kasus Corona Tertinggi, Kemenkes Angkat Bicara

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19, Achmad Yurianto (dok. BNPB) Catat kasus Corona tertinggi di klaster kementerian, Kemenkes angkat bicara. (Foto: Achmad Yurianto (dok. BNPB)
Jakarta -

Kementerian Kesehatan sebelumnya sempat ramai dibicarakan lantaran menjadi klaster kementerian kasus Corona tertinggi, dengan mencatat 252 kasus. Data ini terungkap pada laman corona.jakarta.go.id.

Namun, kini Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kementerian Kesehatan RI dr Achmad Yurianto menyampaikan bahwa sudah banyak pegawai Kemenkes yang dinyatakan sembuh dari COVID-19. Selain itu, pegawai Kemenkes disebutnya didominasi terinfeksi Corona tanpa gejala.

"Sekarang yang masih kita suruh isolasi secara mandiri mungkin nggak sampai 10 orang. Selebihnya sudah sembuh dan sudah bekerja lagi," kata Achmad Yurianto yang akrab disapa Yuri, seperti rilis yang diterima detikcom pada Senin (21/9/2020).

Meskipun Kementerian Kesehatan menjadi klaster kasus Corona paling tinggi, penularan COVID-19 disebut Yuri bisa saja tidak berawal dari kantor. Hal ini dikarenakan banyak pegawai yang bekerja di luar kantor Kemenkes, seperti Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Soekarno Hatta, Bandara Halim Perdana Kusuma ataupun yang membantu kontak tracing di RSD Wisma Atlet.

"Mereka lah yang kemudian terpapar. SOP sudah dijalankan dengan baik tapi risiko pekerjaan luar biasa. Ada juga pegawai Kemenkes yang bekerja di laboratorium memang tidak pernah ketemu pasien tapi ketemu virusnya langsung," jelasnya.

"Ini adalah penyakit menular yang faktor pembawa penyakitnya adalah orang. Gambaran akhir-akhir ini sudah semakin terlihat bahwa kasus-kasus yang terkonfirmasi positif dari pemeriksaan swab itu sebagian besar bahkan ada yang memperkirakan 80 persen tanpa gejala. Ini lah yang jadi problem, karena mereka tidak sakit," ucapnya

Yuri juga menyoroti petugas lab yang harus memeriksa spesimen lebih dari 1.000 setiap harinya. "Ini adalah risiko yang kita tanggung. Ini bukan tertular di kantor Kemenkes, di kantor Kementerian orangnya tinggal sedikit karena berada di pos-pos terdepan melaksanakan penanganan COVID-19," jelas dr Yuri.



Simak Video "Klaster Penularan COVID-19 di Kementerian, Kemenkes Tertinggi"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)