Selasa, 22 Sep 2020 06:25 WIB

Di Negara Ini, Pasien COVID-19 Didenda Rp 190 Juta Jika Menolak Isolasi

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Pemerintah Kota Bekasi menggelar tes massal corona terhadap penumpang KRL di Stasiun Bekasi. Tes kali ini menggunakan alat yang lebih akurat berupa polymerase chain reaction (PCR). Agung Pambudhy/Detikcom. 

1. Penumpang Commuter line mengikuti test massal COVID 19 dengan metode polymerase chain reaction (PCR) di Stasiun Bekasi, Jawa Barat, Selasa (5/5/2020).
2. Sebanyak 300 penumpang kereta dipilih secara random mengikuti tes ini. 
3. Metode tes PCR adalah mengetes spesimen yang diambil dari dahak di dalam tenggorokan dan hidung lalu diswab. 
4. Tes ini dianggap paling akurat dibandingkan rapid test yang hanya untuk mendeteksi reaksi imun dalam tubuh.
5. Data terkini kasus positif Covid-19 di Kota Bekasi telah mencapai 249 orang. Pasien sembuh corona 126, dalam perawatan 95, sedangkan meninggal 28 orang.
6. Test ini dibantu petugas dari RSUD Kota Bekasi dan Dinkes Kota Bekasi.
7. Sebelum masuk ke stasiun, penumpang lebih dulu menjalai tes PCR secara acak. Setelah itu, sampel lemdir dari hidung akan diuji di Labiratorium Kesehatan Kota Bekasi.
8. Hasil pemeriksaan ini diharapkan memberi gambaran kondisi penumpang ‎KRL apakah ada yang terpapar COVID-19 atau tidak.
9. Sebelumnya di KRL ada tiga orang yang dinyatakan positif virus COVID-19 berdasarkan hasil test swab PCR yang dilakukan pada 325 calon‎ penumpang dan petugas KAI di Stasiun Bogor. 
10. Sejumlah kepala daerah meminta pemerintah pusat untuk menstop operasional KRL guna menghambat penyebaran virus COVID-19
11. Hingga 4 Mei 2020 di Indonesia terdapat 11.587 kasus COVID-19 dengan kasus kematian 864 meninggal dan 1.954 sembuh.
12. Sampai kemarin pemerintah telah menguji 112.965 spesimen dari 83.012 orang di 46 laboratorium. Virus Corona COVID-19 (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta -

Pada Sabtu (19/9/2020), pemerintah Inggris mengumumkan peraturan baru terkait isolasi atau karantina mandiri warganya untuk mencegah penyebaran virus Corona. Aturan tersebut berisi setiap orang yang tidak menjalankan isolasi diri dengan benar akan didenda hingga 10.000 pound sterling atau sekitar lebih dari 190 juta rupiah.

Di bawah aturan baru, karantina ini diwajibkan oleh undang-undang mulai 28 September bagi orang yang dites positif, atau diminta oleh Layanan Kesehatan Nasional (NHS) untuk mengisolasi diri.

"Cara terbaik kita untuk melawan virus ini adalah dengan semua orang mengikuti aturan dan mengisolasi diri, jika mereka berisiko menularkan virus," jelas Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Brussels Times, Selasa (22/9/2020).

"Jadi tidak ada lagi yang meremehkan betapa pentingnya hal ini, dan wajib dilakukan secara hukum jika kamu terinfeksi virus atau diminta untuk melakukannya oleh NHS Test and Trace," tambahnya.

Berdasarkan laporan yang ada, lama waktu karantina ini berbeda-beda. Untuk mereka yang dites positif, akan diwajibkan isolasi diri selama 10 hari. Sementara bagi orang-orang yang pernah tinggal bersama dengan pasien positif atau menunjukkan gejala, harus melakukannya selama 14 hari.

Besaran denda yang ditetapkan juga berbeda-beda, mulai dari 1.000 pound sterling (18 juta rupiah) sampai 10.000 pound sterling (190 juta rupiah) untuk orang yang berulang kali melakukan pelanggaran. Selain itu, denda ini juga diberlakukan untuk mereka yang melakukan pelanggaran paling berat.



Simak Video "Mari Lakukan Protokol Kesehatan untuk Membantu Sesama"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)