Selasa, 22 Sep 2020 10:05 WIB

5 Gejala COVID-19 yang Banyak Dirasakan Pasien Meski Sudah Sembuh

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
pasien Corona Ilustrasi pasien Corona. (Foto: shutterstock)
Jakarta -

Gejala virus Corona COVID-19 terkadang bisa bertahan selama berbulan-bulan, bahkan dirasakan meski pasien telah dinyatakan bebas dari virus tersebut. Pada beberapa orang, COVID-19 dapat merusak paru-paru, jantung, dan otak, yang meningkatkan risiko masalah kesehatan jangka panjang.

Kebanyakan orang yang terinfeksi COVID-19 sembuh total dalam beberapa minggu. Tetapi kelompok lain, bahkan mereka yang memiliki versi ringan penyakit tersebut, masih terus mengalami gejala setelah pemulihan awal mereka.

Orang tua dan orang dengan banyak kondisi medis serius paling mungkin mengalami gejala COVID-19 yang menetap. Dikutip dari Mayo Clinic, tanda dan gejala paling umum yang bertahan dari waktu ke waktu meliputi:

- Kelelahan
- Batuk
- Sesak napas
- Sakit kepala
- Nyeri sendi

Meskipun COVID-19 dipandang sebagai penyakit yang terutama menyerang paru-paru, penyakit ini juga dapat merusak banyak organ lain. Kerusakan organ ini dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan jangka panjang.

Sebuah studi baru-baru ini yang dilakukan para peneliti di Irlandia juga menyampaikan gejala paling umum yang bisa dirasakan para penyintas COVID-19 adalah rasa lelah berkepanjangan. Hal ini diketahui setelah peneliti melakukan survei pada 128 pasien.

Bahkan, pada beberapa pasien rasa lelah ini bisa terus menghantui lebih dari 10 minggu.

Banyak yang masih belum diketahui tentang bagaimana COVID-19 akan memengaruhi orang dari waktu ke waktu. Namun, para peneliti merekomendasikan agar dokter memantau dengan cermat orang-orang yang pernah menderita COVID-19 untuk melihat bagaimana organ mereka berfungsi setelah pemulihan.



Simak Video "Yang Harus Dilakukan Jika Tak Bisa Cium Bau Seperti Gejala Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)