Selasa, 22 Sep 2020 08:31 WIB

Heboh CDC Salah Posting, WHO: Belum Ada Bukti COVID-19 Menyebar Lewat Udara

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Masker scuba dan buff kini tak disarankan untuk digunakan para pengguna KRL. Apa sih alasan kedua masker ini tak lagi diperkenankan untuk dipakai di KRL? WHO tegaskan belum ada bukti Corona menyebar lewat udara. (Foto: Rifkianto Nugroho)
Jakarta -

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) belum mengubah kebijakannya tentang penularan aerosol dari virus Corona. Direktur Eksekutif Program Kedaruratan Kesehatan WHO Mike Ryan menegaskan belum ada bukti baru mengenai risiko penularan COVID-19 lewat udara.

"Kami yakin belum melihat bukti baru (penularan COVID-19 lewat udara) dan posisi kami dalam hal ini tetap sama," kata Ryan dalam sebuah konferensi pers, dikutip dari Reuters, Selasa (22/9/2020).

Ryan mengatakan WHO hingga kini masih meyakini COVID-19 menyebar melalui droplet, tetapi di ruang tertutup dan padat dengan ventilasi yang tidak memadai, penularan secara aerosol sangat mungkin terjadi.

"Kami masih, berdasarkan bukti, yakin bahwa ada berbagai metode transmisi," katanya.

Rekomendasi CDC soal penularan COVID-19 secara airborne ternyata salah posting.Rekomendasi CDC soal penularan COVID-19 secara airborne ternyata salah posting. Foto: Tangkapan layar

Komentar WHO ini datang setelah CDC Amerika Serikat mengubah panduannya tentang penularan virus Corona. Sebelumnya, laman CDC pada Jumat (17/9) menuliskan 'ada bukti yang berkembang bahwa droplet dan partikel COVID-19 dapat tetap berada di udara dan terhirup oleh orang lain dalam jarak kurang dari 2 meter'.

Belakangan, panduan tersebut direvisi karena disebut salah posting.

"Versi draft dari usulan perubahan tentang rekomendasi tersebut terunggah secara tidak sengaja ke website resmi. CDC saat ini memperbaharui rekomendasinya terkait penularan SARS-CoV-2 (virus yang menyebabkan COVID-19) secara airborne," tulis CDC di situsnya.



Simak Video "Virus Corona Diklaim Dapat Menular Lewat Udara"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)