Selasa, 22 Sep 2020 14:06 WIB

Heboh, Begini Kronologi CDC Salah Posting Soal Penularan COVID-19 Lewat Udara

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Folder of Coronavirus covid19 2019 nCoV outbreak Kronologi CDC bikin heboh gegara salah posting. (Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/oonal)
Jakarta -

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat AS (CDC) bikin heboh lantaran salah posting terkait pedoman penularan COVID-19. Pasalnya, pedoman CDC terkait penularan COVID-19 yang semula disebut melalui airborne langsung diganti kembali.

Mulanya, pedoman CDC terkait penularan COVID-19 disebut memiliki 3 metode penularan. Pertama dengan melakukan kontak dekat kurang dari 2 meter, menyebar melalui droplet pasien positif Corona yang keluar saat bersin atau batuk, baik yang tidak memiliki gejala. Berikut rangkuman perubahan pedoman CDC terkait penularan COVID-19.

Baca juga: CDC Salah Posting soal Penularan Virus Corona Lewat Airborne

1. 16 Juni 2020

"COVID-19 diperkirakan menyebar terutama melalui kontak dekat dari orang ke platform. Beberapa orang tanpa gejala mungkin dapat menyebarkan virus," demikian sebut CDC dalam laman resminya.

Penularan antarmanusia

- Melalui kontak dekat kurang dari 2 meter
- Menyebar lewat percikan droplet yang keluar saat batuk atau bersin
- Droplet bisa menyebar ke hidung, mulut dan mungkin dihirup ke paru-paru
- COVID-19 bisa disebarkan oleh seseorang yang positif Corona tanpa gejala
- Melalui permukaan yang terkontaminasi COVID-19, berisiko tertular saat disentuh, lalu tidak sengaja menyentuh mulut, hidung, atau mata.

COVID-19 menular dengan mudah antarmanusia

CDC menyebut COVID-19 sangat mudah menular antarmanusia, jauh lebih mudah dibandingkan flu. Semakin banyak waktu mengobrol dan berinteraksi dengan orang yang terkonfirmasi positif COVID-19, risiko tertular disebut lebih tinggi.

2. 18 September 2020

Pedoman CDC terkait penularan COVID-19 diubah dalam beberapa hal seperti berikut:

- COVID-19 menyebar melalui percikan droplet atau partikel kecil, seperti yang ada di aerosol, menyebar saat orang yang terinfeksi COVID-19 batuk, bersin, bernyanyi, berbicara, atau bernapas.

- Partikel ini bisa terhirup melalui hidung, mulut, dan ke paru-paru sehingga menyebabkan infeksi COVID-19. Ini kemungkinan menjadi jalan utama virus Corona menyebar.

- COVID-19 juga mungkin menyebar lewat droplet atau airborne dari seseorang yang batuk, bersin, bernyanyi, berbicara, atau bernapas. Ada sederet bukti bahwa penyebaran bisa terjadi melalui airborne, contohnya dalam kegiatan paduan suara, di tempat makan, dan ruangan yang tidak memiliki ventilasi yang cukup.

3. 21 September 2020

CDC kembali mengubah pedoman terkait penularan COVID-19 seperti semula. Menekankan penularan umum yang terjadi melalui kontak dekat, dan menghapus kemungkinan penularan COVID-19 melalui airborne.

Rekomendasi CDC soal penularan COVID-19 secara airborne ternyata salah posting.Rekomendasi CDC soal penularan COVID-19 secara airborne ternyata salah posting. Foto: Tangkapan layar


Simak Video "Satgas Sebut Banyak Orang Masih Tak Percaya Bahaya Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)