Jumat, 25 Sep 2020 12:57 WIB

Dinkes DKI Ungkap Tata Cara Pasien COVID-19 Jalani Isolasi di RSD Wisma Atlet

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Wisma Atlet Kemayoran dialihfungsikan jadi rumah sakit darurat pasien COVID-19. Guna tangani kasus COVID-19 di Ibu Kota tower 5 Wisma Atlet pun siap beroperasi. Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Pasien Corona baik yang memiliki gejala COVID-19 maupun tidak bergejala perlu menjalani isolasi mandiri. Kini isolasi mandiri di DKI Jakarta dianjurkan tidak boleh dilakukan di rumah, telah disediakan tempat khusus seperti salah satunya Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti menjelaskan tata cara bagaimana pasien COVID-19 tanpa gejala maupun tidak bergejala menjalani isolasi di RSD Wisma Atlet. Sebelumnya, pasien COVID-19 harus mendapatkan rujukan dari puskesmas untuk bisa menjalani isolasi mandiri di RSD Wisma Atlet.

Selain itu, menurut Widyastuti, beberapa bus dari Dishub DKI Jakarta sudah dimodifikasi untuk membawa pasien COVID-19 Ke RSD Wisma Atlet. Satu bus kapasitasnya mencapai lebih dari 20 ribu orang.

"Kami juga punya ambulans yang sifatnya seperti bis yang kapasitasnya 25 orang, kami juga sudah koordinasi dengan Dishub memodifikasi beberapa mobil sekolah untuk armada, tentu petugasnya sudah terlatih dalam memakai APD," kata Widyastuti.

Berikut tata cara isolasi di RSD Wisma Atlet:

- Pasien COVID-19 menyertakan hasil tes swab positif
- Mendapat rujukan dari puskesmas setempat
- Puskesmas akan menyiapkan transportasi berupa ambulans atau bus yang dipersiapkan untuk mengantar pasien COVID-19 khususnya tanpa gejala
- Setiap keberangkatan bus dan ambulans didisinfeksi sehingga tetap steril
- Pasien COVID-19 tiba di RSD Wisma Atlet, menjalani assesment di gerbang masuk
- Pasien COVID-19 diarahkan ke tempat isolasi
- Pasien bergejala ringan dan sedang diarahkan ke tower 6 dan 7
- Pasien tanpa gejala COVID-19 diarahkan ke tower 4 dan 5

Namun, menurut Widyastuti, pasien COVID-19 masih diperbolehkan untuk menjalani karantina di rumah yang memiliki tempat tinggal ideal untuk isolasi mandiri. Seperti rumah memiliki luas yang memungkinkan untuk menjaga jarak minimal dua meter dengan orang rumah. Jika terdapat orang yang rentan tertular seperti orang dengan komorbid, lansia, dan anak-anak, maka sebaiknya isolasi tidak dilakukan di rumah.

"Akan ada skrining dari teman-teman puskesmas, meninjau rumahnya untuk isolasi apa bisa dilakukan isolasi di rumah, karena harus ada jarak, pencahayaan dan sirkulasi udara yang baik," ujarnya dalam dialog 'Prosedur Isolasi OTG Covid-19 Mudah atau Sulit' di kanal YouTube BNPB, Kamis (24/9).



Simak Video "Ahli Buktikan Remdesivir Percepat Kesembuhan Pasien Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/kna)