Senin, 28 Sep 2020 07:30 WIB

Tuduh WHO Tak Ungkap Fakta Corona, Pria Ini Meninggal Dunia karena COVID-19

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Ilustrasi pasien di rumah sakit Tuduh WHO tak ungkap fakta Corona, pria ini meninggal karena COVID-19. (Foto ilustrasi: iStock)
Jakarta -

Sudah lebih dari 6 bulan dunia menghadapi pandemi Corona, tetapi masih banyak yang meyakini COVID-19 konspirasi semata. Mantan anggota dewan di Nashville, Tennessee, percaya ancaman COVID-19 kerap dibesar-besarkan.

Akibatnya, pria bernama Tony Tenpenny dinyatakan meninggal dunia karena COVID-19. Sebelum meninggal, ia berjuang lebih dari lima minggu melawan COVID-19.

"Seorang mantan anggota dewan di Nashville, Tennessee, yang percaya bahwa ancaman virus Corona telah dibesar-besarkan secara radikal, meninggal karena komplikasi dari Covid-19," kata para pejabat, Senin lalu, dikutip dari NBC News.

Tenpenny pun sempat memposting dukungan teori konspirasi dalam laman Facebooknya, mengatakan kalau COVID-19 itu hoax. Bahkan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat AS (CDC) dan WHO dinilai Tenny tidak mengungkap fakta di balik wabah COVID-19.

"CDC dan WHO adalah kebohongan murni (sumpah serapah) dan bahwa pejabat kesehatan masyarakat tidak mengatakan yang sebenarnya," beber Tenpenny dalam sebuah postingan.

"Pria itu, Tony Tenpenny, meninggal pada akhir pekan setelah lebih dari lima minggu di rumah sakit melawan COVID-19 yang telah membuat lebih dari 6,8 juta orang sakit di AS dan menewaskan sedikitnya 200.000 lainnya," kata Wakil Walikota Nashville Jim Shulman.

Selama beberapa bulan terakhir, Tenpenny sangat aktif di media sosial menyuarakan dukungannya untuk Presiden Donald Trump dan penentangannya terhadap gerakan Black Lives Matter dan mengekspresikan skeptis cukup ekstrem soal virus Corona.

Melihat fenomena ini, anggota dewan Ginny Welsch mengingatkan masyarakat untuk tidak menganggap remeh COVID-19. "Pesan bagi saya adalah bahwa COVID-19 bukanlah lelucon, tidak mengenal batas, dan tidak peduli apa yang mungkin Anda percayai, itu tidak peduli," kata Welsch dalam sebuah pernyataan, Senin.

"Siapapun bisa terinfeksi COVID-19. Tidak mengambil tindakan pencegahan yang kami tahu bekerja untuk memperlambat penyebaran itu seperti bermain rolet Rusia. Anda mempertaruhkan hidup Anda dan nyawa orang-orang di sekitar Anda," lanjutnya.



Simak Video "Nasib Akupunktur di Masa Pandemi Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)