Senin, 28 Sep 2020 11:06 WIB

Studi: Sakit Kepala dan Gejala Tak Umum Ini Jadi Tanda Awal Infeksi COVID-19

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Covid-19: Bagaimana mutasi memberi petunjuk tentang penyebaran dan asal-usul virus corona Tanda awal infeksi COVID-19. (Foto ilustrasi: BBC Magazine)
Jakarta -

Selama ini, batuk, demam tinggi, dan sesak napas menjadi tiga gejala utama pasien COVID-19. Namun, studi mengungkap ada gejala a lain yang menjadi tanda awal infeksi COVID-19 termasuk sakit kepala.

Dikutip dari Express UK, kebanyakan pasien Corona mengidap sakit kepala parah disertai dengan kelelahan terus menerus. Data ini diungkap dalam COVID Symptom Study App di Inggris.

"Lebih dari 80 persen dari semua pasien melaporkan sakit kepala sebagai salah satu gejala pertama mereka, sedangkan 72 persen melaporkan kelelahan," ungkap studi tersebut.

Studi menyebut gejala COVID-19 sakit kepala dan kelelahan terus menerus kemungkinan besar dialami semua usia. Gejala awal pasien COVID-19 seperti sakit kepala dialami 82 persen pasien dalam data studi Symptom Study App.

"Data kami menunjukkan bahwa gejala awal yang paling umum dialami sebenarnya adalah sakit kepala (82 persen) dan kelelahan (72 persen) - dan ini terjadi pada semua kelompok umur," kata para peneliti.

"Hanya sembilan persen orang dewasa positif COVID-19 berusia 18-65 tahun yang tidak mengalami sakit kepala atau kelelahan," lanjutnya.

Namun, sakit kepala dan kelelahan sering disertai dengan kondisi lain. Tidak sedikit orang yang akhirnya tak menyadari kalau dirinya ternyata mengidap gejala COVID-19.

"Tentu saja, sakit kepala dan kelelahan biasanya terjadi pada kondisi lain, itulah sebabnya mereka tidak memicu tes (COVID-19) sendiri," demikian sebut studi.

Meski begitu, layanan kesehatan masyarakat Inggris (NHS) meyakini tiga gejala COVID-19 utama adalah demam, batuk, dan gangguan pada indra penciuman dan perasa.



Simak Video "Yang Harus Dilakukan Jika Tak Bisa Cium Bau Seperti Gejala Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)