Senin, 28 Sep 2020 12:50 WIB

Warga DKI Masih Cari Hiburan ke Tangsel dan Bekasi, Apa Gunanya PSBB?

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Kota malang punya puluhan destinasi wisata, termasuk wisata dunia malam. Beginilah suasana hiburan malam di salah satu klub di kota Malang. Ilustrasi tempat hiburan. (Foto: Hasan Alhabshy)
Jakarta -

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) DKI Jakarta kembali diperketat, tidak boleh ada warga yang makan di restoran dan berkerumun. Namun, rupanya ada saja celah warga untuk berkerumun dan mencari hiburan di masa pandemi Corona.

Tak boleh berkerumun di DKI, warga akhirnya beralih mencari hiburan ke Bekasi dan wilayah lain yang relatif longgar dalam menerapkan PSBB. Kepala Departemen Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Dr dr Tri Yunis Miko Wahyono, MSc, menyayangkan hal ini.

Pasalnya, meskipun sosialisasi sudah dilakukan dengan cukup baik, hal ini menjadi sia-sia jika segelintir orang menjalankan protokol hanya berdasarkan aturan. Tidak datang dari kesadaran diri akan bahaya COVID-19.

"Menurut saya anak-anak muda itu tingkat kepeduliannya kurang. Maunya senang sendiri tetapi susahnya nggak mau tanggung," kata Miko saat dihubungi detikcom, Senin (28/9/2020).

Miko mengatakan, agar efektif dan menimbulkan efek jera, seharusnya anak-anak muda yang berkumpul itu tidak hanya dibubarkan saja, tetapi diberikan hukuman langsung. Setelah itu, diberikan edukasi untuk meningkatkan tingkat kepedulian mereka terhadap kondisi pandemi ini.

"Caranya harus beda, mungkin perlu ditahan seminggu. Kemudian dididik oleh orang yang berpengalaman di bidangnya. Menurut saya, dengan ditahan itu akan memberikan efek jera terhadap perbuatannya," jelasnya.

"Kalau perlu, tempat hiburan ataucafe itu tidak hanya ditutup atau disegel. Tapi pemilik tempat itu juga seharusnya ditahan agar jera dan menaati peraturan yang ada," lanjutnya.



Simak Video "Nasib Akupunktur di Masa Pandemi Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)