Senin, 28 Sep 2020 17:37 WIB

55 Persen Warga Tak Patuhi Protokol COVID-19 karena Tak Ada Sanksi

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Kampung Rawa Pasung RW 22, Kelurahan Kota Baru, Bekasi, Jawa Barat, disebut sebagai kampung siaga COVID-19. Kampung ini dipenuhi mural tentang bahaya Corona. Virus Corona COVID-19 (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta -

Survei Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan tingkat kepatuhan warga terhadap protokol pencegahan COVID-19 sudah baik. Perempuan disebut lebih patuh menerapkan protokol.

Terkait penggunaan masker misalnya, responden perempuan yang patuh tercatat 94,8 persen sedangkan laki-laki hanya 88,5 persen. Demikian juga untuk menghindari kerumunan, 81,2 persen perempuan patuh dan hanya 71,1 persen laki-laki yang patuh.

Alasan untuk tidak mematuhi protokol pencegahan COVID-19 cukup beragam, tetapi mayoritas menyebut tidak adanya sanksi sebagai alasannya. Tercatat sebanyak 55 persen tidak patuh karena tidak ada sanksi.

"Ke depan sanksi ini perlu lebih dipertegas lagi," kata Kepala BPS, Dr Suhariyanto, Senin (28/9/2020).

Selengkapnya, berikut alasan warga tidak mematuhi protokol pencegahan COVID-19 berdasarkan survei BPS.

  1. Tidak ada sanksi 55 persen
  2. Tidak ada kejadian penderita COVID-19 di lingkungan sendiri 39 persen
  3. Pekerjaan jadi sulit kalau menerapkan protokol 33 persen
  4. Harga masker dan face shield mahal 23 persen
  5. Mengikuti orang lain 21 persen
  6. Aparat atau pimpinan tidak memberi contoh 19 persen
  7. Lainnya 15 persen.


Simak Video "Satgas Sebut Banyak Orang Masih Tak Percaya Bahaya Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)