Rabu, 30 Sep 2020 15:47 WIB

4 Hal yang Tak Boleh Dilewatkan Pasutri Saat Persiapan Kehamilan

Elsa Himawan - detikHealth
Ilustrasi suami istri program hamil Ini catatan bagi pasangan yang ingin mempersiapkan kehamilan. (Foto ilustrasi: Getty Images/Vetta/SelectStock)
Jakarta -

Menanti buah hati perlu banyak persiapan, tentu banyak pasangan suami istri yang ingin anaknya terlahir sehat dan cerdas. Namun, hal ini sebenarnya bisa dipengaruhi oleh usaha pasutri dalam menjaga kesehatan, lho.

Tak melulu soal kesuburan organ intim, makanan dan kebiasaan hidup ikut mempengaruhi sehat tidaknya sang buah hati saat lahir. Spesialis obstetri ginekologi dr Suskhan Djusad, SPOG(K), membagikan beberapa hal yang perlu diperhatikan saat persiapan kehamilan.

1. Skrining pranikah

"Kesehatan calon ibu merupakan pondasi penting dalam membentuk generasi unggul di masa depan. Untuk itu diperlukan skrining pranikah yang terdiri dari penilaian faktor risiko, pemeriksaan status gizi, dan pemeriksaan darah," ungkap dr Suskhan, dikutip dari HaiBunda Rabu (30/9/2020).

Melalui skrining pranikah, nantinya riwayat kesehatan sang ibu bisa diketahui. Hal ini menjadi antisipasi jika sang ibu bisa saja berisiko kesulitan saat proses persalinan.

2. Gaya hidup dan rencana kehamilan

Setelah melakukan serangkaian pemeriksaan pranikah, calon ibu dan ayah disebut dr Suskhan harus memperbaiki kebiasaan gaya hidup. Misalnya saja, tidak merokok karena hal ini sangat mempengaruhi kesuburan pasangan.

"Selain itu, dalam merencanakan kehamilan, komunikasikan tentang jarak kehamilan dan jumlah anak yang ingin dilahirkan. Hal ini dilakukan guna memahami kesiapan fisik dan mental masing-masing pasangan. Pandangan medis sebenarnya menyarankan rentang jarak kehamilan aman adalah antara 18-24 bulan untuk mengurangi risiko komplikasi kehamilan dan masalah kesehatan lainnya," lanjutnya.

3. Mempersiapkan kehamilan

dr Suskhan menegaskan ketika sudah mempersiapkan kehamilan, calon ibu harus mengkonsumsi makanan yang bergizi dan mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral. Kecukupan gizi makro dan mikro sangatlah mempengaruhi kehamilan, persalinan, hingga menyusui.

Menurut data Kementerian Kesehatan RI, masalah ibu hamil yang mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK) adalah 17,3 persen dan anemia dengan total 50 persen. KEK dan anemia pada ibu hamil dapat berpotensi meningkatkan risiko abortus, persalinan, prematur, dan perdarahan pasca salin. Bagi janin sendiri dapat menyebabkan risiko hipertensi, diabetes mellitus, kegemukan, dan tingkat kecerdasan anak yang rendah.

4. Tetap menjaga makan saat hamil

"Saat hamil, calon ibu harus tetap menjaga baik-baik asupan gizi seimbang. Penuhi kebutuhan protein dengan daging sapi, ayam, dan ikan laut dalam, seperti salmon," pesan dr Suskhan.

Tambahkan juga konsumsi sayuran hijau dan buah-buahan yang kaya akan serat untuk menjadi pencahar bagi ibu hamil yang sembelit. Seperti pepaya, semangka, buah naga, pisang ambon.



Simak Video "Proses Melahirkan hingga Menyusui pada Ibu Positif Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)