Minggu, 04 Okt 2020 08:35 WIB

Viral Kisah Nakes Disebut Idap DBD, Ternyata Positif Terinfeksi COVID-19

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
viral nakes dbd Viral kisah nakes positif COVID-19 saat sebelumnya dinyatakan mengidap DBD. (Foto: Tangkapan layar: SS Viral)
Jakarta -

Viral kisah tenaga kesehatan yang disebut mengidap DBD ternyata positif COVID-19. Cerita ini dikisahkan akun TikTok milik Nofha atau @Nurfhazila dalam sebuah video pada Jumat (/18/09/2020). Ia merupakan seorang tenaga kesehatan (nakes) dari salah satu rumah sakit di Bengkulu.

"Jauh sebelum virus ini ditemukan, aku adalah salah satu orang yang selalu pakai masker. Hingga akhirnya virus ini ditemukan, aku semakin yakin pakai masker, bahkan tiap kerja, aku pakai APD yang lengkap dan kenyataannya, aku masih terpapar dengan virus ini," ujar @Nurfhazila pada akun TikToknya.

Sejumlah dukungan pun diberikan oleh para netizen di kolom komentar TikTok milik Nofha.

"Semangat mbk.. semoga kuat dan cepet sembuh ya.. amin," ujar @safeea.

"Allah Swt mbk utk kita lebih mendekatkan diri pada sang pencipta segala yang ada di dunia ini," ujar @SOLMET.

Nofha menceritakan pengalamannya bahwa sebelum diswab, ia mengalami demam tinggi selama seminggu dan hilangnya indra penciuman. Namun, saat diperiksa melalui laboratorium, ia malah dicurigai terkena sakit DBD karena trombositnya turun.

"Indra penciumanku hilang, sampai-sampai buang air besar aja ga kecium baunya. Aku uda feeling sih, kayaknya COVID deh, tapi pas dicek, hasilnya malah DBD. Iya aku mikir antara demam COVID-19 sama DBD emang ga jauh beda gejalanya," ujar Nofha, saat dihubungi detikcom, Jumat (02/10/2020).

Selain itu, Nofha juga menceritakan bahwa ia berkonsultasi dengan dokter pribadi khusus nakes. Akhirnya, ia disarankan untuk melakukan rapid. Namun, hasil rapidnya menunjukkan non reaktif.

"Jadi syarat dikasih fasilitas swab itu kalau hasil rapidnya reaktif. Masalahnya, hasil rontgen-ku juga belom kelihatan. Akhirnya, di rumah sakit, aku dirawat di ruangan biasa," ujar Nofha.

Saat beristirahat di ruangan biasa selama tiga hari, tiba-tiba Nofha mendapatkan informasi bahwa beberapa teman-teman nakesnya mengeluh hilangnya indra penciuman. Karena itu, pada 10 September, rumah sakit melakukan swab kepada seluruh nakes, tak terkecuali dengan Nofha. Pada 13 September, ada tujuh orang nakes di rumah sakit itu yang positif COVID-19.

"Tapi namaku nggak tercantum di daftar positif COVID-19, atasanku bilang, artinya aku negatif. Aku masih tanda tanya, kok aku jelas-jelas bergejala gini, dibilangnya negatif? sedangkan beberapa temenku yang gak bergejala, dinyatakan positif," ujar Nofha.

Dengan firasat yang kuat bahwa dirinya pasti positif COVID-19, ia berinisiatif untuk langsung menghubungi orang laboratorium. Rupanya, hasil swab milik Nofha belum keluar. Oleh sebab itu, sambil menunggu hasil keluar, Nofha berupaya untuk tidak melakukan kontak fisik kepada siapapun, termasuk melakukan jaga jarak kepada orang-orang yang ada di rumahnya.

Pada 15 September, hasil swab milik Nofha keluar. Benar saja, ia dinyatakan positif COVID-19. Ia segera dijemput ambulans pada pukul satu pagi untuk dikarantina di rumah sakit, tempat dirinya bekerja.

"Aku sedih karena masih banyak orang yang nggak percaya sama virus Corona. Aku saja yang udah menggunakan APD lengkap masih bisa kena virus ini. Kecil kemungkinan kenanya saat pelepasan APD, tapi besar kemungkinan kenanya saat aku sehari-hari ke luar, misalnya ke pasar," pungkasnya.



Simak Video "Dukungan yang Bisa Dilakukan agar Pasien Corona Tak Takut Stigma"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)