Senin, 05 Okt 2020 12:39 WIB

Perawatan Trump untuk COVID-19, dari Obat Eksperimental sampai Dexamethasone

Ayunda Septiani - detikHealth
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dipindahkan ke pusat medis Walter Reed usai dinyatakan positif virus Corona (COVID-19), Sabtu (3/10/2020). Trump dijemput dengan helikopter kepresidenan Marine One. Donald Trump. (Foto: AP Photo)
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat Donald Trump kini tengah mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Militer Walter Reed, usai ia dan istrinya, Melania Trump, dinyatakan positif terinfeksi COVID-19 pada Jumat (2/10/2020) lalu.

Disebutkan, Trump hanya mengalami gejala demam ringan. Namun, melihat usianya sudah 74 tahun membuatnya berisiko mengalami pengembangan gejala virus Corona COVID-19 yang lebih parah.

Dikutip dari Channel News Asia, pihak Gedung Putih melaporkan bahwa Trump akan mendapatkan sejumlah perawatan, dari obat eksperimental untuk COVID-19 hingga obat pendukung untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

"Tidak ada pengobatan hingga saat ini yang benar-benar terbukti efektif untuk penyakit COVID-19. Pada titik ini, benar-benar merupakan perawatan simptomatik dan suportif," Direktur Epidemiologi rumah sakit di Cedars-Sinai Medical Center, Los Angeles, Dr Jonathan Grein, yang tidak terlibat dalam perawatan Trump.

Obat apa saja yang diberikan pada Trump dalam perawatan virus Corona COVID-19?

1. REGN-COV2

Dokter kepresidenan Amerika Serikat (AS), dr Sean Conley, mengatakan Trump telah diberikan satu dosis obat antibodi eksperimental REGN-COV2 sesaat sebelum Trump dibawa ke rumah sakit. Obat ini dikembangkan oleh perusahaan bioteknologi Regeneron Pharmaceuticals.

Meski belum terbukti efektif dan aman dalam pengobatan COVID-19, obat antibodi ini dipercaya dapat melawan virus Corona COVID-19.

"Setelah konfirmasi PCR dari diagnosis presiden, sebagai tindakan pencegahan, dia menerima satu dosis 8 gram antibodi poliklonal Regeneron," papar dokter Gedung Putih Sean Conley dalam sebuah pernyataan.

2. Remdesivir

dr Sean Conley pun mengatakan bahwa orang nomor satu di Amerika Serikat itu juga akan menjalani terapi dengan remdesivir.

"Malam ini saya dengan senang hati melaporkan bahwa Presiden baik-baik saja. Dia tidak membutuhkan oksigen tambahan, tetapi dengan berkonsultasi dengan spesialis kami telah memilih untuk memulai terapi dengan remdesivir. Dia telah mendapatkan dosis pertamanya dan sedang beristirahat dengan nyaman," ujar Sean Conley, dikutip dari The Hill.

Remdesivir adalah obat yang awalnya dikembangkan untuk mengatasi ebola dan virus Marburg. Namun, setelah dilakukan uji coba terbatas pada MERS (Middle East Respiratory Syndrome) dan SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome), obat ini juga menunjukkan adanya potensi untuk dipakai dalam pengobatan COVID-19.

3. Dexamethasone

Presiden Trump diberi obat steroid dexamethasone pada hari Sabtu (3/10/2020) setelah tingkat oksigennya turun.

"Kami memutuskan bahwa dalam kasus ini manfaat potensial (dexamethasone) mungkin lebih besar daripada risikonya saat ini," papar dokter Gedung Putih, Sean Conley, kepada wartawan di luar Walter Reed Medical Center, seperti dikutip dari laman CNN International.

Dalam sebuah penelitian dengan melibatkan sampel yang besar dan acak, menunjukkan bahwa pasien virus Corona COVID-19 menunjukkan pemulihan lebih cepat jika diberi dexamethasone.

Sebuah pedoman dari National Institutes of Health mengatakan, pasien dengan COVID-19 yang parah dapat mengembangkan respons peradangan sistemik (seluruh tubuh) yang dapat menyebabkan cedera paru-paru dan disfungsi organ multisistem.

Berdasarkan hasil dari sebuah uji coba, panel ahli NIH merekomendasikan pemberian obat steroid dexamethasone kepada pasien COVID-19 yang membutuhkan oksigen.

Tingkat oksigen dalam darah Trump turun di bawah 94 persen. Di mana NIS menyatakan pasien dengan kondisi tersebut dinyatakan dalam keadaan kritis.

Obat pendukung apa saja yang diberikan pada Trump?

Menurut dokter yang merawat Trump, ada beberapa obat pendukung yang diberikan pada Trump agar bisa sembuh dari virus Corona COVID-19. Di antaranya:

- Vitamin D dan mineral zinc, keduanya penting untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

- Famotidine, obat sakit maag ini memang belum terbukti dapat bekerja melawan COVID-19. Namun, menurut studi, famotidine juga disebut-sebut memiliki potensi untuk penyembuhan pasien COVID-19.

- Melatonin, suplemen ini biasa digunakan sebagai obat tidur.

- Aspirin, obat ini berfungsi untuk mencegah penggumpalan darah, sehingga dapat mengurangi risiko terjadinya serangan jantung. Aspirin juga bermanfaat dalam meredakan demam.



Simak Video "Obat Corona Remdesivir Turun Harga Jadi Rp 1,5 Juta"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)