Selasa, 06 Okt 2020 17:05 WIB

Saran Satgas COVID-19 Agar Demo Omnibus Law Tak Picu Klaster Baru

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Ada penampakan pocong saat ribuan mahasiswa yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Bandung Raya berunjuk rasa di depan Gedung DPRD Jabar. Demo tolak Omnibus Law di Bandung. (Foto: Yudha Maulana)
Jakarta -

Disahkannya Omnibus Law UU Cipta Kerja (Ciptaker) membuat sejumlah buruh di berbagai wilayah di Indonesia melakukan aksi demo. Hanya saja, aksi demo ini dikhawatirkan akan memicu timbulnya klaster baru penyebaran COVID-19.

Juru bicara #satgascovid19 Prof Wiku Adisasmito menyampaikan bagi masyarakat yang ingin menyalurkan aspirasinya melalui demo agar tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan di antaranya memakai masker dan jaga jarak. Terlebih ada risiko untuk abai jaga jarak saat demo Omnibus Law dilakukan.

"Klaster industri sudah banyak bermunculan. Ini juga berpotensi mengganggu kinerja pabrik dan industri lainnya dan potensi serupa juga akan muncul dalam kegiatan berkerumun yang dilakukan hari ini," kata Prof Wiku dalam konferensi pers di Youtube Sekretariat Presiden, Selasa (6/10/2020).

Prof Wiku juga menegaskan tidak ada upaya untuk membubarkan massa demo Omnibus Law dengan menggunakan UU Kekarantinaan. Pembubaran massa terkait orasi masih kewenangan pihak kepolisian.

"Sampai saat ini tidak ada rencana menggunakan UU Kekarantinaan dalam merespons ini. pembubaran kegiatan penyampaian aspirasi merupakan kewenangan aparat penegak hukum," ujarnya.

Soal klaster demo Omnibus Law juga disinggung oleh pakar kesehatan masyarakat. Di wawancara terpisah, ahli epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), Pandu Riono, mengatakan bahwa jika ada satu atau dua orang dalam demo yang positif COVID-19 dan tanpa sadar menularkan ke orang lain, ini bisa menimbulkan terjadinya klaster demo.

"Itu yang kita sebut sebagai klaster, (penularannya) pada kegiatan itu, ada satu dua orang yang terinfeksi kemudian menularkan ke banyak orang, itu yang kita sebut sebagai klaster," kata Pandu saat dihubungi detikcom, Selasa (6/10/2020).



Simak Video "Demo Bisa Jadi Klaster, Satgas COVID-19: Masyarakat Harus Kreatif"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)